MAGELANG – Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di Dusun Gedongan Kidul, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang kembali bertambah.
Hingga Rabu (8/10/2025), tercatat enam orang dilaporkan tewas. Namun pada Kamis (9/10/2025) pagi, jumlah korban meningkat menjadi tujuh orang setelah satu korban lagi dinyatakan meninggal dunia.
Korban terbaru adalah AR (40), warga Brontokan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, yang mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis dini hari.
Baca Juga: Terekam dari Kudus! Meteor Cirebon Pancarkan Warna Merah hingga Hijau
Berdasarkan informasi, pesta miras oplosan itu digelar di sebuah gubuk di wilayah Desa Bondowoso.
Dua korban pertama yang meninggal adalah AS (26) dan JP (47), keduanya warga Gedongan Kidul. Mereka diketahui meninggal pada Selasa (7/10/2025) dini hari.
Kemudian pada Rabu (8/10/2025), tiga korban lainnya juga dinyatakan meninggal, yaitu R (34), PI (41), dan S, seluruhnya warga Brontokan, Desa Danurejo.
Seorang korban lain, S, perempuan asal Telukan, Desa Danurejo, meninggal pada Selasa sore (7/10/2025).
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Merah Putih, dr. Hery Sumantyo, mengungkapkan bahwa pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.18, pihaknya menerima pasien pertama yang diduga keracunan miras oplosan. Tak lama kemudian, dua pasien lain datang sekitar pukul 07.00 dan 08.00.
“Pasien pertama yang datang dini hari meninggal pada sore harinya. Disusul dua pasien lainnya yang meninggal sekitar pukul 16.00 dan 18.00,” ujar dr. Hery kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, pada Rabu sore, rumah sakit kembali menerima pasien lain bernama AR.
Baca Juga: Langit Cirebon Disapa Bola Api Raksasa, Fenomena Meteor Terekam Jelas dari Kudus
Namun, pada Kamis pukul 04.00, pasien tersebut juga dinyatakan meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan mereka mengalami keracunan alkohol. Uji laboratorium juga memperlihatkan kadar asam yang sangat tinggi,” jelasnya.
Dari keterangan keluarga korban, diketahui para korban sebelumnya mengonsumsi alkohol oplosan secara bersama-sama.
Gejala yang mereka alami meliputi sesak napas, penglihatan kabur, bahkan sebagian sempat tidak bisa melihat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah membenarkan adanya penambahan korban tewas akibat pesta miras tersebut.
Baca Juga: Lini Sayap Jadi Lubang, Timnas Indonesia Gagal Pertahankan Keunggulan di Jeddah
“Sampai Kamis (9/10/2025) pukul 04.00, total korban meninggal dunia mencapai tujuh orang,” ujarnya.
Menurut Arwansyah, dari delapan orang yang hadir dalam pesta miras itu, tujuh di antaranya ikut minum.
Enam orang meninggal dunia, sementara satu lainnya sempat kehilangan penglihatan, tetapi kini sudah pulih.
“Satu korban terakhir yang meninggal, yaitu AR, diketahui sempat diberi sisa minuman oleh korban S,” tambahnya.
Polisi kini masih memeriksa dan meminta keterangan dari penjual miras yang diduga menjadi sumber oplosan tersebut.
“Nantinya hasil lengkap, termasuk dari uji laboratorium forensik Polda Jateng, akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” pungkasnya.
Editor : Ali Mustofa