MAGELANG – Pesta minuman keras (miras) oplosan di Dusun Gedongan Kidul, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, berakhir tragis.
Dua warga setempat meregang nyawa usai menenggak miras tanpa merek di sebuah gubuk terpencil yang berada di tengah area perkebunan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, lokasi pesta miras tersebut cukup jauh dari permukiman warga.
Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah botol minuman soda dan anggur merah, serta telah memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Korban diketahui bernama AS (26) dan JP (47), keduanya warga Gedongan Kidul, Desa Bondowoso.
Mereka dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (7/10) dini hari. Salah satu korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga, sedangkan satu lainnya ditemukan sudah tak bernyawa di rumah.
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah menjelaskan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 03.00 WIB mengenai dua korban meninggal tersebut.
Berdasarkan keterangan awal saksi, pada Minggu (5/10) dini hari, kedua korban sempat menggelar pesta miras bersama beberapa teman di sebuah gubuk di kawasan Desa Bondowoso.
“Terkait jenis mirasnya, kami belum bisa memastikan karena minuman tersebut tidak memiliki label. Bisa dikategorikan miras oplosan, sebab tanpa merek dan diduga campuran,” terang La Ode, Selasa (7/10).
Baca Juga: Panduan Lengkap Jadi Orang Produktif, dari Tujuan hingga Keseimbangan Hidup
Ia menambahkan, dari informasi yang diperoleh, hanya dua orang yang meninggal dunia, sementara beberapa lainnya yang ikut pesta miras dilaporkan dalam kondisi baik.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan korban kembali mengonsumsi miras setelah pesta pertama, mengingat selisih waktu antara kejadian dan kematian mencapai satu hari.
“Saat ini kami masih mendalami penyebab pastinya,” tegasnya.
Petugas telah mengamankan sampel miras dari lokasi kejadian untuk dikirim ke laboratorium forensik.
Selain itu, lima saksi juga sudah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban.
Baca Juga: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Hidup Menjadi Lebih Sukses
Polisi tengah menelusuri sumber peredaran miras tersebut dari keterangan dua saksi yang ikut dalam pesta.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan kandungan miras yang dikonsumsi korban, baru kemudian menelusuri asal-usulnya,” ujar La Ode.
Ia menambahkan, keluarga korban menolak dilakukan otopsi.
Kedua jenazah yang sempat dibawa ke RSUD Muntilan akhirnya dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
“Keluarga korban menolak otopsi,” tutupnya.
Editor : Ali Mustofa