Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diduga Gara-Gara Sambal Goreng Ati, Puluhan Warga Bengetayu Semarang Masuk Rumah Sakit, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Sabtu, 13 September 2025 | 17:34 WIB

Photo
Photo

 

SEMARANG – Tradisi bancakan mendak setahun di Kelurahan Bengetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang, berakhir duka.

Puluhan warga jatuh sakit setelah menyantap nasi kotak yang dibagikan usai acara pengajian pada Jumat malam (12/9).

Ketua RT setempat, Muhammad Handoyo, menuturkan acara awalnya berlangsung normal.

Baca Juga: Malam Ini! Laga Persis Solo Vs Persijap Jepara Diprediksi Berlangsung Panas, Berapa Skor?

Warga bergotong royong memasak, lalu setelah salat Isya makanan dibagikan.

Namun, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari, sejumlah warga mulai mengeluhkan sakit perut disertai mual, muntah, dan diare.

“Awalnya semua baik-baik saja, tapi menjelang dini hari banyak yang mendadak sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Handoyo, Sabtu (13/9).

Pagi harinya, ambulans dan tim medis mendatangi lokasi untuk memberikan penanganan darurat.

Sweeping juga dilakukan untuk mendata warga yang belum sempat dibawa ke fasilitas kesehatan.

Dari hasil pendataan, tercatat ada 35 warga terdampak. Dugaan awal, gejala keracunan bersumber dari lauk sambal goreng hati.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Wonogiri Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu Makan Bergizi Gratis

Salah satu korban, Tri Nuryanti, mengaku mulai merasakan gejala sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Perut terasa mual, muntah berkali-kali, diare, dan sampai sekarang masih lemas. Dari isi berkat, saya cuma ingat ada sambal goreng ati,” tuturnya.

Ia menyebut, selain dirinya, sang ibu juga ikut terdampak, sedangkan anaknya tidak mengalami keluhan.

Camat Genuk, Pranyoto, memastikan penanganan dilakukan cepat.

“Dari 35 warga yang sakit, sebagian besar sudah dirawat di RSUD Wongsonegoro dan puskesmas terdekat. Tiga orang masih dalam perawatan intensif. Kami terus koordinasi dengan perangkat kelurahan dan tenaga medis,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sampaikan Solidaritas Indonesia untuk Qatar Usai Serangan Israel

Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan untuk memastikan penyebab.

Kepala Puskesmas Bangetayu, dr. Yuni Susanti, menambahkan semua pasien menunjukkan gejala serupa, yakni muntah, diare, serta sakit perut dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

“Sebagian cukup diberi obat, tapi ada juga yang harus rawat inap karena dehidrasi. Kami imbau masyarakat agar lebih teliti menjaga kebersihan makanan saat hajatan, mulai dari bahan, proses memasak, hingga penyimpanan,” tegasnya.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, sehingga tradisi kebersamaan tetap terjaga tanpa membawa duka.

Editor : Ali Mustofa
#semarang #sakit perut #diare #Sambal Goreng #bancakan