Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perahu Nelayan Bawa 10 ABK Tergulung Ombak di Perairan Kendal, Tiga tewas, Begini Kronologi dan Identitas Korban

Ali Mustofa • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:23 WIB
Setelah dua hari pencarian, Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Jolo Sutro akhirnya membuahkan hasil.
Setelah dua hari pencarian, Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Jolo Sutro akhirnya membuahkan hasil.

 

KENDAL – Tiga nelayan yang hilang tenggelam di perairan Korowelang, Kabupaten Kendal, akhirnya ditemukan dengan kondisi meninggal pada Rabu (20/8).

Awalnya ketiga nelayan tersebut dilaporkan menghilang jatuh ke laut pada Selasa (19/8) lalu setelah kapal penangkap ikan yang membawanya dihantam ombak dan terbalik.

Kronologi bermula Kapal motor nelayan (KMN) Jolo Sutro asal Kendal yang membawa 10 ABK tenggelam dihantam ombak besar pada Selasa (20/8).

Sekitar pukul 11,00 WIB, kapal tersebut berangkat melaut.

Namun sekitar pukul 14.35 WIB, terjadi badai, hujan deras dan angin kencang disertai ombak menghantam kapal tersebut sehingga lepas kendali dan terbalik.

Akibatnya, seluruh awak kapal berpenumpang 10 orang terjatuh ke laut. Beruntung, di area tersebut terdapat kapal lain menyelamatkan tujuh orang yang tenggelam.

Petaka bagi tiga nelayan lainnya yang tidak dapat dapat diselamatkan dan dinyatakan menghilang.

Di saat yang sama Tim SAR Gabungan melakukan pencairan dari area Pelabuhan Tanjung Emas sampai ke lokasi kejadian, akan tetapi hasilnya nihil. 

Operasi pencarian ditunda dan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi.

"Tim mendapati info adanya penemuan dua jasad yang terombang-ambing di dekat kapal di perairan Kaliwungu, kemudian tim langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, Rabu (20/8).

Dalam pencarian hari kedua, lanjut Budiono, sekitar pukul 07.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.

Kemudian kedua korban lainnya ditemukan pada pukul 12.31 WIB dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 2,3 km dari lokasi kejadian.

Sementara itu identitas tiga korban yang berhasil temukan adalah Maryudi, warga Desa Kumpulrejo, Patebon.

Ia ditemukan Rabu (20/8) pagi di perairan Kendal. Kondisinya mengenaskan, terjerat jaring kapal yang ikut tenggelam.

Kemudian dua korban lainnya adalah Abdul Khamid dan Suudi, warga Dukuh Wonokerto, Desa Wonosari, Patebon. Keduanya ditemukan oleh KMN Mandala di perairan Kota Semarang.

“Dua jenazah ABK KMN Jolo Sutro yang hilang ditemukan di perairan Mangkang,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo.

Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah dengan kapal KN SAR Sadewa.

Jenazah dibawa ke Pelabuhan Kendal, lalu dilanjutkan ke RSUD dr H Soewondo untuk identifikasi.

Juru mudi KMN Jolo Sutro, Mastur, memastikan kedua jenazah adalah ABK kapalnya.

Menurut Hudi, Evakuasi jenazah dilakukan dengan kapal KN SAR Sadewa menuju Pelabuhan Kendal, sebelum kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk proses identifikasi yang menguatkan bahwa mereka adalah ABK KMN Jolo Sutro.

Sementara itu suasana haru menyelimuti keluarga korban saat jenazah tiba di Kendal, mengakhiri penantian cemas mereka sejak kapal tenggelam dihantam ombak besar pada Selasa siang (19/8).

“Operasi SAR resmi kami tutup setelah ketiga korban ditemukan, sementara kapal yang tenggelam tidak dilakukan evakuasi karena pemilik kapal sudah merelakan,” ujar perwakilan Tim SAR.

KMN Jolo Sutro membawa 10 awak saat tenggelam, tujuh berhasil selamat, sementara tiga lainnya yang sebelumnya hilang kini sudah ditemukan tak bernyawa. 

 

Editor : Ali Mustofa
#hujan deras #ABK #kendal #tenggelam #nelayan #angin kencang #basarnas