Semarang - Juraimi ketua Kelompok Camar dari kampung Tambakrejo Semarang Utara salah satu binaan dari CSR Pertamina Patra Niaga.
Ia menyampaikan, kegiatan bersama Pertamina Senin (28/7) 2025 melakukan penanaman 2.275 bibit mangrove, dalam rangka memperingati hari mangrove sedunia
Juraimi menceritakan, Pertamina pada tahun 2010 melakukan gelar program untuk membina kampung melayan di Desa Tambakrejo, berupa infrastruktur, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pada 2011 ditambah program lingkungan.
"2012-2019 ada 99 mangrove dari ujung arteri sampai bibir pantai dan 2019 ditambah pendukung infrastruktur, memberikan joging track dan jembatan. Lima tahun Tambakrejo menjadi desa yang mandiri," jelasnya.
Kemudian, 2019 hingga sekarang jumlah mangrove sudah mencapai 150 ribu mangrove yang ditanam.
Juraimi menambahkan, belum lagi dari instansi dan swasta yang lain. Adanya program dari pemerintah, juga memberikan bantuan dibuatkan rumah konservasi mangrove.
Pertamina juga ada penanganan Ipal, kemudian mengembalikan tanah dari penggalian pipa dan tanah tersebut ditanami lagi mangrove.
Selain itu, dari penanaman mangrove membentuk ibu-ibu menjadi pengolahnya menjadi keripik dan batik, bimbingan dari Pertamina mengobalorasikan biro jasa untuk wisata mangrove.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) mengatakan, sejalan dengan program Gubernur Jawa Tengah " Pageri Segara" dan mengatasi rob, dengan cara menanam mangrove, bisa diolah menjd bahan makanan.
"Dapat sosial efek, salah satu untuk eduwisata. Menciptakan lapangan kerja.Justru itu yang susah itu merawatnya," terangnya.
Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Sihriano, upaya untuk mempertahankan lingkungan pesisir sangat bagus. Merawat itu lebih sulit, pesannya di jaga.
"Jaga bersama, jalin komunikasi dengan baik. Bisa kolaborasi PT Patra Niaga Pertamina sangat bagus,"jelasnya. (san)
Editor : Mahendra Aditya