Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Rob Kembali Genangi Jalan Raya Pantura Sayung Demak, Arus Lalin Macet hingga 10 Kilometer

Ali Mustofa • Kamis, 19 Juni 2025 | 22:48 WIB
MENGULAR: Kendaraan mengular panjang dilihat dari jembatan batas Demak-Semarang, akibat rob tinggi. Kemacetan terpantau dari Karang Tengah-Sayung.
MENGULAR: Kendaraan mengular panjang dilihat dari jembatan batas Demak-Semarang, akibat rob tinggi. Kemacetan terpantau dari Karang Tengah-Sayung.

DEMAK - Banjir rob tinggi kembali terjadi di jalan raya Pantura Sayung Demak pada Rabu (18/6) pagi hingga siang.

Akibatnya, arus lalu lintas (lalin) macet hingga 10 kilometer (km).

Pantauan di lapangan, kendaraan dari arah Demak menuju Semarang mengular mulai Desa Batu, Kecamatan Karangtengah, sampai batas Sayung-Semarang.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Semarang menuju Demak juga mengalami kemacetan hingga Kaligawe. Banjir rob ini termasuk yang parah.

Sebab, banyak kendaraan sepeda motor maupun mobil mogok di tengah jalan.

Ketinggian air rob dari sungai 130 cm. Sedangkan di permukaan jalan raya sekitar 60 cm.

“Karena rob tinggi, maka banyak pekerja atau karyawan pabrik yang harus putar arah karena takut banjir. Banyak mesin motor mogok. Akibat rob tinggi dan curah hujan yang juga tinggi,” ujar Hanif, 45, Satpam sebuah perusahaan di Sayung.

Sigit Rohmanto, 32, warga Karangawen menyampaikan, banjir rob di Sayung membuat aktivitas warga terganggu.

“Motor mogok saat berangkat kerja,” katanya sembari menambahkan ketinggian rob mencapai 60 cm.

Senada dikatakan Aris, 46, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam Demak, dirinya terjebak banjir rob di depan Polytron.

Sedianya, ia hendak ke Semarang antar barang.

“Saya tiap hari lewat sini. Tapi hari ini ternyata robnya tinggi. Motor saya sampai mogok karena mesinnya terendam air laut. Robnya hari ini cukup dalam,” jelasnya.

Dia berharap, rob bisa segera teratasi. Pengendara lain, Kiswanto, 47, juga mengalami nasib serupa. Motornya macet di jalan setelah terendam banjir rob.

“Macet karena banjir rob tinggi. Gimana solusi pemerintah ini. Banjir rob ini sangat mengganggu aktifitas warga,” ujar warga Pati ini.

Sementara itu, Kades Timbulsloko, Nadhiri mengungkapkan, banjir rob tidak hanya di jalan raya Sayung. Di wilayahnya, rob naik tinggi.

“Ketinggian rob mencapai 150 sentimeter. Banjir rob masuk rumah warga.

“Rumah saya juga tenggelam,” katanya.

Menurutnya, setelah ada istighotsah beberapa waktu lalu, banjir robnya justru meningkat.

“Alhamdulillah berhasil. Rob malah tinggi,” ujarnya satir.

 

Editor : Ali Mustofa
#kendaraan #demak #banjir rob #mobil mogok #kemacetan #Jalan Raya Pantura #Sayung