SEMARANG - DPRD Jawa Tengah memantau progres normalisasi alur sungai dan peninggian tanggul Sungai Wulan.
Kunjungan untuk memastikan program pengendalian banjir berjalan efektif sekaligus mengatasi dampak pembangunan bagi masyarakat sekitar.
Anggota Komisi D DPRD Jateng, H Nurul Furqon menyoroti sejumlah persoalan usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus Selasa (3/12).
Baca Juga: Dicopot dari Jabatannya, Oknum Jaksa yang Positif Nyabu di Blora Kini Dimutasi ke NTT
Salah satunya kerusakan pada jembatan di jalur utama ekonomi antara Kabupaten Jepara dan Demak akibat hauling tanah proyek.
"Jembatan ini adalah jalur ekonomi utama masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakannya bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Kader Fraksi PPP ini juga menyoroti pentingnya sosialisasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kepada masyarakat setelah proyek selesai.
Ia berharap BBWS memasang papan pengumuman dan memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi mendirikan bangunan di area tanggul yang sudah diperbaiki.
"Selain itu, kolam retensi di aliran Sungai Kaliurang perlu dioptimalkan untuk menampung limpahan air hujan secara maksimal," katanya.
Baca Juga: Kurang Sepekan, Proges Revitalisasi Alun-Alun Jepara 1 capai 85 Persen, Begini Penampakannya
Ia juga merekomendasikan pembagian limpahan air dari Waduk Kedung Ombo ke sungai lain seperti Sungai Lusi untuk mengurangi potensi banjir.
Limpahan air dari Waduk Kedung Ombo sebaiknya tidak hanya diarahkan ke Sungai Wulan, tapi juga ke Sungai Lusi, agar banjir seperti Februari-Maret lalu bisa diantisipasi lebih baik.
"Yang terpenting kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk memastikan manfaat nyata dari mega proyek pengendalian banjir Sungai Wulan bagi masyarakat sekitar," tambahnya. (fth)
Editor : Ali Mustofa