Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sebelum Tewas di Samping Gubuk, Santriwati Asal Kendal Ini Sempat Datang Acara Haul di Rumah Lalu Diantar Ayahnya ke Pesantren

Nibros Hassani • Jumat, 18 Oktober 2024 | 05:06 WIB
Foto TKP: Jawa Pos Radar Semarang
Foto TKP: Jawa Pos Radar Semarang

RADAR KUDUS – Nasib tragis menimpa SNH, santriwati usia 19 tahun, warga Dusun Gempolbapang, Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Sosok santri penghapal alquran ini ditemukan tewas dalam kondisi setengah telanjang oleh warga di dekat gubuk kebun di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, pada Kamis (17/10/2024) pagi.

Santriwati yang juga merupakan hafizah (gelar untuk penghafal Qur’an) itu diduga menjadi korban rudapaksa dan pembunuhan.

Baca Juga: Waduh, Warga Depok Jabar Curi Mobil Mewah Milik Warga Salatiga Jateng, Ingin Jual Hasil Curian Kepada Teman dengan Harga Rp 250 juta

Sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan, orangtua korban bercerita SNH sempat datang ke acara Haul di rumahnya.

Setelah acara Haul, ayah SNH mengantarnya ke Pondok Pesantren seperti biasa.

Baca Juga: Viral Warga Depok Jabar Curi Mobil Mewah di Kawasan Gajahmada Semarang, Andalkan GPS dan Kunci Cadangan Mobil, Begini Kronologinya

Sebelumnya, kabar penemuan mayat ini menghebohkan warga sekitar. Fotonya yang beredar di media sosial pun menyita perhatian warganet.

Rohmatun, ibu dari korban, mengaku tidak percaya bahwa anaknya yang sudah khatam hafalan Al Qur’an itu meninggal dengan cara cukup tragis.

Baca Juga: Kecelakaan di Tol Kandeman, Kapolres Boyolali Meninggal Dunia usai Dirawat di Rumah Sakit Semarang

Rohmatun menceritakan, putrinya merupakan seorang santriwati hafizah di salah satu pondok pesantren di Ngampel, Kendal.

Tak hanya mengaji saja, ternyata SNH juga mengabdi ke pesantren dan bekerja sebagai penjahit.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes Semarang yang Bunuh Diri di Kosan Pernah Ikut Bukber Teman, meski Non Muslim, Teman: Dikenal Baik, Toleran, dan Pintar

"Sudah mengabdi sekitar 2 tahun di sana setelah lulus SLTA," jelas Rohmatun—melansir dari Jawa Pos Radar Semarang.

Ia juga bercerita putrinya sempat pulang pada Sabtu (12/10/2024) untuk mengikuti acara haul di rumahnya.

Selepas haul selesai, korban diantar oleh ayahnya kembali ke ponpes tempatnya mengabdi pada Minggu (13/10/2024).

Baca Juga: Soal Penyebab Mahasiswa Unnes Bunuh Diri di Kamar Kos, Begini Kata Kakak Korban

Hingga akhirnya, Rohmatun tak menyangka kejadian tak diinginkan itu menimpa anaknya yang meninggal dunia karena diduga dibunuh dan diperkosa.

“Dia (korban) sempat pulang Sabtu pagi. Setelah acara selesai diantar oleh ayahnya ke Ponpes lagi,” jelas Rohmatun.

Baca Juga: KONDISI Kapolres Boyolali usai Alami Kecelakaan di Tol Batang-Semarang

Sementara itu, Ayah korban, Akip mengatakan, dirinya mengaku telah mengantarkan langsung ke pondok pesantren tempat putrinya mengabdi saat malam.

"Saya antar malam jam setengah sepuluhan. Perasaan sudah saya antar masuk ke pondok. Pondoknya juga ketat, makanya ada kabar ini badan saya lemas," ujarnya.

Baca Juga: Heboh, Link Video Syur Diduga Pelajar di Demak Dilakukan di Ruang Kelas Sebuah SD, Netizen: Astagfirullah 

Kedua orang tua korban berharap para pelaku yang tega membunuh putrinya segera tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Haul #pemerkosaan #pembunuhan #viral di media sosial #kendal #siti nur halisah #Brangsong #kriminal jateng #Kriminal Asusila