Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Mahasiswa Unnes Semarang yang Bunuh Diri, Kakak Korban: Gak Kayak Biasanya, Di WA Bapak Gak Balas, Saya Chat Juga Tidak Balas, Ternyata...

Noor Syafaatul Udhma • Senin, 7 Oktober 2024 | 22:27 WIB

 

Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X
Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X

RADAR KUDUS – Mahasiswa Unnes Semarang bernama Very Ivandi Sinaga yang bunuh diri dengan cara gantung diri itu masih menjadi perbincang. Sebab hingga saat ini motif bunuh diri belum diketahui.

Ada yang mengatakan motif bunuh diri mahasiswa berusia 20 tahun karena terlilir utang dan judi online. Namun ada pula yang mengatakan karena masalah keluarga.

Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini untuk menggali motif bunuh diri mahasiswa asal Kalimantan Barat itu.

Sehari sebelum Meninggal, Korban Masih Beraktivitas Seperti Biasa

Tetangga kos korban bernama Tri mengaku mengetahui kejadian tersebut pada Kamis, 3 Oktober 2024 saat Maghrib.

“Habi Maghrib ada rami-ramai. Saya kan awalnya nggak ngeh karena masih layanin konsumen (jual mie ayam). Di sana ada Pak RT dan pengelola kos,” katanya.

Tri mengatakan ada yang bunuh diri, seorang mahasiswa.

Tri mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tewas karena bunuh diri. Pengelola kos curiga karena saat Maghrib lampu kamar korban tak kunjung menyala.

Pengelola semakin curiga saat mengetahui korban tak keluar kamar seharian. Pengelola kos langsung mencoba mengecek kamar korban.

“Seharian enggak keluar. Karena hari Rabu masih beraktivitas masih ngantar Shopeefood,” katanya.

Korban Tinggalkan Surat Wasiat yang Bikin Nyesek

Tri juga mengungkapkan korban meninggalkan surat wasiat yang sudah beredar ke media sosial. Surat itu sudah dibawa pihak berwajib.

Tri mengatakan, anaknya baik, pinter, kadang juga sering beli mie ayam. “Setahu saya tidak stres. Anaknya saya lihat happy. Makanya awalnya saya nggak percaya kalau bunuh diri,” ungkapnya.

Kakak Korban Curiga karena Tak Balas WA Seperti Biasanya

Kakak korban, Dedi, 27, sangat terkejut mendengar kabar kalai adiknya bunuh diri. Dia tak menyangka kamar yang ditinggali adiknya sejak awal berkuliah di Semarang  itu menjadi tempat meninggal adiknya.


“Biasanya di-WA balas, tapi ini di-WA Bapak nggak balas, di-cahat kakaknya enggak. Bapak akhirnya meminta Ibu kos cek. Soalnya lampu kamarnya mati, nggak kayak biasanya,” terangnya.


Kamar korban digedor-gedor lewat pintu belakang. “Saat digedor itulah tahu ada tali di pintu. Pas didobrak kebuka pintunya, keluar kakinya ternyata sudah bunuh diri,” paparnya.

Saat ditemukan, korban meninggalkan sejumlah pesan. Dalam pesannya dia memohon maaf karena telah bunuh diri dan telah menjadi produk gagal yang tidak layak ditangisi.

Dia juga berterima kasih kepada orangtuanya yang telah mencintainya.

Berikut isi pesan korban gantung diri mahasiswa Unnes

Buat kedua orang tuaku yang ku cinta (aneh sih kalau aku bilang cinta tapi malah bikin musibah dan langsung lari bunuh diri).

Terima kasih sudah membesarkan aku selama 20 tahun ini, terima kasih atas cinta kalian yang sangat sangat banyak, maaf karna membalas kasih sayang kalian dengan ini.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes yang Bunuh Diri di Semarang Diduga Sempat Tertekan oleh Keluarga dan Gadaikan Motor untuk Pinjol?

Untuk orang orang lain yang mengasihiku, ya seperti kak any dan orang orang lainnya kalau ada. Terima kasih untuk segalanya ya, kalian terbaik.

Kudoakan yang terbaik untuk kalian semua. Tak perlu ada tangisan karna aku produk gagal yang tak layak ditangisi. Cukup beri emosi jijik dan marah, atau senang akhirnya sumber masalah hilang? wkwk

Tolong benci aku seumur hidup kalian maaf bikin kalian malu.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#semarang #judi online #mahasiswa Unnes #pinjol #Mahasiswa Unnes Bundir #bundir #Unnes #Mahasiswa Unnes bunuh diri #bunuh diri