RADAR KUDUS - Viral mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga yang berusia 20 tahun ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, pada Kamis (3/10/2024).
Ia ditemukan teman kos sekitar pukul 17.45 dalam posisi tergantung di dekat kusen pintu kamar dengan kabel WiFi yang melilit lehernya.
Kabar bunuh diri ini langsung membuat gempar warga sekitar kos yakni Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.
Jagad publik di media sosial pun ikut heboh. Kabar ini menambah kasus dan catatan kelam kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa.
Baca Juga: Viral Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Unnes Semarang, Teman: Pintar dan Toleran, tapi Sering Menyendiri
Menariknya, hasil penelitian dari Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia mengungkapkan banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia dipicu oleh konflik keluarga.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa keluarga memainkan faktor kunci untuk bunuh diri di Indonesia, di mana banyak individu terdorong untuk bunuh diri karena konflik dengan keluarga, tetapi sering kali tidak mencoba bunuh diri karena juga memikirkan keluarga,” demikian keterangan dari Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP) dalam publikasi di laman resminya.
Baca Juga: Viral Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Unnes Semarang, Teman: Pintar dan Toleran, tapi Sering Menyendiri
Selain faktor utama keluarga, ada faktor lain seperti agama dan akses ke perawatan psikologis.
Dalam penelitian itu, dipaparkan juga bahwa kasus bunuh diri tertinggi Indonesia ada di Provinsi Jawa Tengah.
Lalu disusul oleh DI Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.
Tak hanya Very Ivandi yang merupakan warga Kelurahan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang menjadi korban baru-baru ini.
Riwayat kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya Semarang sudah terjadi berulang kali.
Setahun sebelumnya pada bulan yang sama, publik sempat dihebohkan dengan kasus bunuh diri seorang mahasiswi Unnes yang melompat dari lantai 4 Mal Paragon pada Selasa (10/10/2023) sekitar pukul 17.30.
Korban adalah Nadaa Jiilaana Waffiananda (NJW), berusia 20 tahun yang merupakan warga Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.
Korban pun tewas di-TKP dalam posisi tengkurap, mengenakan celana panjang, dan baju lengan panjang.
Sosok NJW pun menjadi atensi warganet, diketahui ia sempat aktif di akun TikTok @na***jwa.
Sementara itu, terkait kasus yang menimpa Very Ivandi, kini polisi masih dalam proses mengusut kasus tersebut.
Editor : Noor Syafaatul Udhma