Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Soal Penyebab Mahasiswa Unnes Bunuh Diri di Kamar Kos, Begini Kata Kakak Korban

Abdul Rokhim • Minggu, 6 Oktober 2024 | 17:07 WIB

Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X
Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X


SEMARANG
– Keluarga dari Very Ivandi Sinaga (20) mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya membantah rumor bahwa korban terlilit pinjaman online (pinjol).

Kakak korban, Dedi (27), mengungkapkan kekecewaannya terhadap berita yang beredar di media sosial.

"Terkait informasi yang beredar di TikTok dan Twitter, saya sangat kecewa kepada orang yang menyebarkan berita tidak valid. Itu hanya gosip yang menyatakan adik saya bunuh diri gara-gara pinjol," ujar Dedi, pada Jumat (4/10).

Setelah menerima kabar duka pada Kamis (3/10) malam, Dedi segera menuju rumah sakit untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan tim forensik.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah bunuh diri murni.

"Polisi dan forensik menyatakan bahwa ini memang murni bunuh diri. Kami tidak tahu alasan di baliknya, tetapi ada surat yang ditinggalkan," jelas Dedi.

Dedi menegaskan bahwa adiknya tidak pernah terlibat dalam pinjaman online.

"Adik saya adalah bendahara yang dipercaya mengelola uang Rp 16 juta. Dia tidak neko-neko, dan semua uang itu kembali," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda pinjaman online yang ditemukan di ponsel milik Very.

Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, Dedi menyebutkan bahwa korban tidak pernah kekurangan uang.

"Orang tua selalu mengirimkan uang lebih untuknya. Keluarga kami baik-baik saja. Dia pendiam dan jarang berbicara, tetapi kami selalu berusaha mengajaknya ngobrol," ungkapnya.

Meskipun demikian, Dedi mengungkapkan bahwa adiknya baru-baru ini bekerja sebagai pengantar makanan di aplikasi ShopeeFood selama kurang lebih satu bulan.

"Awalnya saya tidak tahu. Ternyata dia mendaftar di ShopeeFood dan sudah bekerja di sana selama sebulan. Ini membuat saya kecewa. Jika keuangannya cukup, kenapa dia perlu bekerja di sana?" tanyanya, mengekspresikan kebingungannya mengenai situasi keuangan adiknya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga, usia 20, ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, Kamis (3/10/) sekitar pukul 17.45 WIB.

Ia ditemukan dalam posisi tergantung di dekat kusen pintu kamar dengan kabel wifi yang melilit lehernya.

Kasus bunuh diri ini langsung membuat heboh warga sekitar kos yakni Gang Pisang, RT 02/RW 03, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Saat ditemukan, korban meninggalkan sejumlah pesan dalam buku hariannya.

Dalam pesan itu, ia menyampaikan permohonan maaf karena telah bunuh diri dan telah menjadi produk gagal yang tidak layak ditangisi.

Ia juga berterima kasih kepada orangtuanya yang telah mencintainya.
Berikut isi pesan korban gantung diri mahasiswa Unnes, sumber terjemahan (Twitter/X: @bersuwara):

Buat kedua orang tuaku yang ku cinta (aneh sih kalau aku bilang cinta tapi malah bikin musibah dan langsung lari bunuh diri).

Terima kasih sudah membesarkan aku selama 20 tahun ini, terima kasih atas cinta kalian yang sangat sangat banyak, maaf karna membalas kasih sayang kalian dengan ini.

Untuk orang orang lain yang mengasihiku, ya seperti kak any dan orang orang lainnya kalau ada.

Terima kasih untuk segalanya ya, kalian terbaik.

Kudoakan yang terbaik untuk kalian semua. Tak perlu ada tangisan karna aku produk gagal yang tak layak ditangisi.

Cukup beri emosi jijik dan marah, atau senang akhirnya sumber masalah hilang? wkwk

Tolong benci aku seumur hidup kalian maaf bikin kalian malu.

Usai kabar ini beredar, jagad publik di media sosial juga ikut gempar—menambah kasus dan catatan kelam kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa.

Dari informasi yang beredar, korban merupakan warga Kelurahan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Belum diketahui jelas alasan korban bunuh diri, namun di media sosial muncul dugaan ia terlilit judi online (judol).

Korban yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu dikenal sebagai mahasiswa penyendiri.

Meski begitu, ia berbuat baik kepada temannya di kampus dan dikenal sebagai mahasiswa yang cukup pintar.

Editor : Abdul Rokhim
#gunungpati sekaran #mahasiswa bunuh diri #Mahasiswa Unnes Bundir #gantung diri #Unnes #viral medsos #pengakuan kakak mahasiswa unnes