RADAR KUDUS - Fakta mengejutkan datang dari seseorang yang mengaku teman dari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang bunuh diri di kamar kosnya pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Diketahui, mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Barat itu diduga gantung diri dengan memlnggunan kabel wifi.
Kejadian meninggalnya mahasiswa Unnes ini membuat temen-teman sekelasnya terkejut. Sebab teman korban tak menyangka, VIS bisa berbuat nekat seperti ini.
Teman Sekelas Diduga Ungkap Motif Bunuh Diri Bukan Judi Online
Akun @rchfx13004 yang mengaku teman korban mengaku tak yakin bila motif bunuh diri temannya itu karena judi online (Judol) dan terlilit utang pinjaman online (Pinjol)
"Gw temen sekelasnya dia komtinv gw, gw aja gatau dia bener judol atau gak seenggak enggaknya meurut gw berita kaya gini kalau belum ada knfo valid judil jangan dikasih kata kata itu," ungkapnya.
Sosok yang mengaku teman korban itu menyanyangkan spekulasi berita yang menyebut kematian korban dofuga karena pinjol dan judol.
Meski @rchfx130004 tak memiliki bukti keterlibatan korban dalam pinjaman online, tetapi hal itu seharusnya tidak disebut-sebut dan seolah menyudutkan korban.
Namun teman korban mengaku sempat bermain bitcoin dan crypo bersama korban sebelum meninggal.
Teman Ungkap Motif Bunuh Diri karena Tekanan Orangtua
Tak heran teman korban mengaku kemungkinan korban bunuh diri karena tekanan dari orang tua
"Kita juga main bitcoin dan dia mai ctypo dua arah jadi gw gasuka ja kalau gaada info valifnya, yang gw tau dia emang ada tekanan dari ortu aja," katanya.
Teman: Stop Nyebarin Surat Almarhum
Teman korban menekankan pentingnya menghormati privasi orang lain. Apalagi orang tersebut sudah menihggal dunia.
"Gw cuma 2 kali ditwitter bkkin kaya gini sorry kalao berantakan tapi seengak enggaknya kalia semua tu paham PRIVASI. Plis stop bahas dia judol atau judi online," katanya.
Sosok itu juga mengatakan agar stop ada orang bundir dan gegara steatmenr di akjn lain langsung ditekenin, kasian orang tuanya bahkan dia sampe ngomong kaya gitu disuratnya.
"Stop nyebarin surat almarhum jadi Indonesia cerdas kek tunjukin kalian berpendidikan walaupun kalian anonim," harapnya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma