Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Teman Mahasiswa Unnes sebelum Bunuh Diri di Kosan Gunungpati Semarang: Dari Masalah Crypto hingga Judol

Nibros Hassani • Jumat, 4 Oktober 2024 | 19:54 WIB
Kartu identitas korban di kampus. Foto: Twitter/X
Kartu identitas korban di kampus. Foto: Twitter/X

RADAR KUDUS - Seorang mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga (20) ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, pada Kamis (3/10).

Hal itu langsung membuat geger warga sekitar kosan Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes Bunuh Diri di Kos Gunungpati Semarang, Tinggalkan Surat: Tak Perlu Ada Tangisan karena Aku Produk Gagal yang Tidak Layak Ditangisi

Korban ditemukan dalam posisi tergantung di dekat kusen pintu kamar dengan kabel wifi yang melilit lehernya.

Belum diketahui jelas alasan Ivandi ngendat (bunuh diri), namun sejumlah pihak menduga dirinya bunuh diri karena terlilit hutang judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).

Baca Juga: Sebelum Bunuh Diri, Mahasiswa Unnes Semarang Diduga Sempat Bikin Story WA: Jaga Kesehatan, Gak Usah Ngerasa Stres Kuliah, Semua Bisa Dilalui

Namun, sempat mencuat keterangan teman mahasiswanya korban sempat berinvestasi crypto sebelum meninggal dunia.

Kini kondisi pasar investasi Crypto sedang tidak baik, sehingga diduga korban frustasi dengan hal tersebut.

“Isu awal karena judol, terus isu kedua dari temannya karena invest di crypto. Turut berduka untuk keluarga almarhum,” tulis akun @udah_***** di Twitter.

Baca Juga: Innalillahi, Mahasiswa Unnes Gantung Diri Pakai Kabel Wifi di Sebuah Kosan di Gunungpati Semarang, Ini Kronologinya

“Info dari kawan serombelnya, ini almarhum invest di Crypto. Dan kondisi market lagi ancur-ancuran. Kalaupun benar penyebabnya judol, tetep para bandar dan influencer yang mempromosikannya adalah pelaku sesungguhnya dari korban,” tulis akun fess UNNES di Facebook.

Tak hanya sempat menimbulkan kehebohan di lingkungan sekitar kosan, kasus bunuh diri ini juga secara otomatis menambah catatan kelam kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa.

Baca Juga: Memaksimalkan Potensi Wilayah, Pemkab Blora Minta Masukan Kemenko Perekonomian hingga Guru Besar Unnes

Selain itu, kabar bunuh diri yang langsung beredar di media sosial ini memicu banyak netizen berkomentar, khususnya di Instagram dan Twitter/X.

Banyak netizen yang menghakimi korban bunuh diri, menyebutnya dengan tidak bijak dan menyebutnya sebagai orang lemah dan berpikiran pendek.

Baca Juga: Rektor Unnes Setuju Mahasiswa Tidak Wajib Buat Skripsi: Itu Hal yang Positif dan Lebih Efisien

“Pemikiran yang sangat pendek, lihatlah Deni Caknan terlilit hutang gara-gara judol tapi masih berjuang,” tulis akun @***nii***.

“Stop membela kasus bunuh diri dengan dalih mental health, sebanyak-banyaknya masalah pasti ada solusinya. Kalau benar-benar mentok gak ada solusi berarti kamu gak dekat dengan Tuhan yang membuat kehidupan,” tulis akun @***eneou***.

Editor : Abdul Rokhim
#Sinaga #mahasiswa bunuh diri #crypto currency #investasi online #investasi crypto #gantung diri #unnes semarang #info semarang #Unnes #warga kalbar bunuh diri #semarang jawa tengah #Ngendat