RADAR KUDUS - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan guru-guru KB (Kelompok Bermain) dan TK (Taman Kanak-Kanak) yang tergabung dalam Gugus Flamboyan Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menyelenggarakan pelatihan nursery rhymes pada Jumat, 20 September 2024.
Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan pertemuan rutin gugus tersebut bertujuan untuk memperkenalkan nursery rhymes (lagu anak-anak berbahasa Inggris) kepada para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sebagai media pembelajaran bahasa Inggris kepada anak usia pra-sekolah.
Bertempat di TK Pertiwi Jekulo, kegiatan tersebut diikuti oleh 20 guru perwakilan KB dan TK yang tergabung dalam Gugus Flamboyan.
Pelatihan ini didasari oleh dua hal.
Pertama, beberapa hasil penelitian menyebutkan nursery rhymes merupakan sarana yang efektif untuk memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia pra-sekolah dan juga berdampak positif bagi perkembangan literasi anak tersebut ketika masuk usia sekolah.
Kedua, kondisi mitra kegiatan, dimana sebagian besar guru PAUD di Gugus Flamboyan tidak memiliki latar belakang mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak, namun semuanya mengakui bahwa mereka memperkenalkan Bahasa Inggris kepada peserta didik di KB dan TK tempat mereka mengajar.
Program ini merupakan perwujudan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi dosen, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilaksanakan oleh tim pengabdi.
Mereka terdiri atas Yusnita Sylvia Ningrum (ketua), dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prayudias Margawati (anggota), dosen Prodi Sastra Inggris, serta beberapa anggota dari mahasiswa.
Beberapa lagu anak-anak berbahasa Inggris yang dikenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Good Morning, The Finger Family, Baby Shark, Twinkle-twinkle Little Star, dan Head, Shoulder, Knees, and Toes.
Para guru PAUD sangat antusias mengikuti pelatihan.
Ketua Gugus Flamboyan, Muryati, S.Pd.AUD, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyebutkan bahwa pelatihan nursery rhymes tersebut sangat bermanfaat bagi para guru di KB dan TK Gugus Flamboyan.
Hampir semua peserta pelatihan juga mengemukakan bahwa mereka sangat tertarik untuk menerapkan nursery rhymes saat memperkenalkan bahasa Inggris kepada peserta didik mereka.
Meskipun beberapa mengakui kendala yang mungkin mereka hadapi, seperti pelafalan kata-kata berbahasa Inggris dan harus memilih lagu yang sesuai untuk usia anak didik mereka. (Yusnita Sylvia Ningrum/*)
Editor : Ali Mustofa