Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pengabdian Masyarakat Unnes Tingkatkan Potensi Ekonomi Kreatif Santri di Demak Melalui Seni Kaligrafi

Abdul Rokhim • Jumat, 27 September 2024 | 18:26 WIB
PENGABDIAN: Tim Pengabdian Unnes melakukan pengabdian masyarakat bertajuk "Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Penciptaan Seni Kaligrafi" di Ponpes Badruzzaman, Desa Bango, Kabupaten Demak.
PENGABDIAN: Tim Pengabdian Unnes melakukan pengabdian masyarakat bertajuk "Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Penciptaan Seni Kaligrafi" di Ponpes Badruzzaman, Desa Bango, Kabupaten Demak.

DEMAK – Dalam upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif di kalangan santri, dosen seni rupa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Penciptaan Seni Kaligrafi" di Pondok Pesantren Badruzzaman, Desa Bango, Kabupaten Demak.

Acara yang berlangsung pada Jumat, 27 September 2024 ini dihadiri oleh puluhan santri yang antusias untuk belajar tentang seni kaligrafi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan seni kaligrafi kepada para santri sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.

Kaligrafi yang merupakan bentuk ekspresi artistik kaya makna budaya dan spiritual, dipandang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam industri kreatif.

Dalam konteks ini, kaligrafi bukan hanya sekadar tulisan indah, tetapi juga peluang usaha yang berkelanjutan khususnya di lingkungan pesantren yang kaya dengan nilai-nilai keagamaan.

PENGABDIAN: Ketua tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. Eko Haryanto, M.Ds saat memberikan pelatihan seni kaligrafi kepada santri.
PENGABDIAN: Ketua tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. Eko Haryanto, M.Ds saat memberikan pelatihan seni kaligrafi kepada santri.

Ketua tim pengabdian masyarakat dari UNNES, Dr. Eko Haryanto, M.Ds, menjelaskan bahwa seni kaligrafi dipilih karena nilai ekonomisnya yang signifikan.

"Kaligrafi memiliki peran penting dalam pendidikan seni dan desain. Keterampilan ini mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan estetika dalam menciptakan karya seni. Di era industri kreatif ini, pengajaran kaligrafi dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memasuki pasar kreatif dengan keahlian yang khas dan bernilai tambah tinggi. Kami berharap para santri dapat mengembangkan keterampilan ini sebagai bekal di masa depan," ujarnya.

Selama sesi pelatihan, santri diajarkan berbagai teknik penciptaan kaligrafi, mulai dari teknik grafis hingga teknik rekatan.

Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang penerapan seni kaligrafi dalam berbagai media dan produk komersial.

Sony Prasetyo, salah satu peserta berusia 16 tahun, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti pelatihan.

"Saya senang sekali bisa belajar kaligrafi langsung dari para dosen. Ini sangat bermanfaat, terutama jika saya ingin membuka usaha di masa depan," tuturnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pimpinan Pondok Pesantren Badruzzaman, Kiai Maskur.

Ia menekankan bahwa pengenalan keterampilan kaligrafi kepada santri sangat sejalan dengan visi pesantren dalam menggabungkan ilmu agama dan keterampilan praktis untuk masa depan.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Semoga ada tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan atau pembinaan usaha kreatif bagi santri yang tertarik mengembangkan keahlian ini," ungkap Kiai Maskur.

Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, diharapkan para santri akan memiliki peluang lebih besar untuk berdaya dalam bidang ekonomi kreatif, sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya Islam melalui seni kaligrafi. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#semarang #demak #Pengabdian masyarakat unnes #Santri #Universitas Negeri Semarang