Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jawa Tengah Ulang Tahun ke-79 : Ekonomi Tumbuh, Pengangguran, dan Kemiskinan Menurun

Samodra Dahliya • Selasa, 20 Agustus 2024 | 22:29 WIB
PEMBANGUNAN: Sejumlah pekerja memparbaiki jalan di wilayah Jawa Tengah.
PEMBANGUNAN: Sejumlah pekerja memparbaiki jalan di wilayah Jawa Tengah.

 RADAR KUDUS - Di ulang tahun ke-79 Jawa Tengah, angka pengangguran dan kemiskinan menunjukkan penurunan. Jawa Tengah genap berusia 79 tahun pada 19 Agustus 2024.

Di ulang tahun ke-79, ekonomi di Jawa Tengah disebut tumbuh disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Hal itu disebut oleh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana pada upacara pengibaran bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) Tahun 2024, Sabtu (17/8).

“Alhamdulillah di 79 tahun Indonesia Merdeka, pembangunan di Jawa Tengah berjalan lancar, dan banyak capaian yang telah kita raih. Perekonomian Jawa Tengah, tumbuh dengan baik,” kata Nana.

Perekonomian Jateng pada Triwulan II 2024 tumbuh positif sebesar 4,92% secara year on year (yoy). Inflasi secara yoy juga terkendali dengan baik pada angka 1,86% per Juli 2024.

Angka pengangguran Jateng juga disebut mengalami penurunan dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,39% pada Februari 2024.

Persentase penduduk miskin turun dari 10,77% pada Maret 2023, menjadi 10,47% pada Maret 2024.

Sedangkan angka kemiskinan ekstrem juga turun dari 1,97% di tahun 2022 menjadi 1,11% pada 2023.

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah itu tentu tak luput dari peran serta pelaku industri besar. Salah satu perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah adalah PT Semen Gresik.

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Semen Indonesia Group (SIG) Tbk (Persero) itu beroperasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sejak 2014 silam.

Sejak pembangunan pada 2014 hingga kini Jawa Tengah berulang tahun ke-79, PT Semen Gresik berkomitmen turut berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Tengah, khususnya di kawasan sekitar daerah operasional.

General Manager of Communication & Legal PT Semen Gresik (Persero), Abdul Manan, menyampaikan dalam perjalanannya Semen Gresik bukan hanya fokus pada produk dan bisnis. Semen Gresik juga menaruh perhatian yang lebih pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

PT Semen Indonesia yang berdiri pada 2014 lalu itu memiliki pabrik yang berlokasi di Rembang, Jateng. Dari sisi produk, perusahaan tersebut telah dipercaya dalam menyediakan produk semen yang berkualitas tinggi yang dihasilkan dari proses produksi dengan teknologi mutakhir serta ramah lingkungan.

Dia menceritakan, sejak awal masa pembangunan pabrik, Perusahaan tersebut sudah aktif untuk menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Mulai 2014-2017, itu masa project atau masa pembangunan pabrik. Namun di masa itu kami juga sudah melakukan aktivitas CSR. Sudah cukup banyak yang kami berikan kepada masyarakat sekitar di Rembang dan sekitarannya di Jateng,” kata dia.

Pada periode tersebut program CSR lebih pada program charity dan filantropi.

Kemudian seiring beroperasinya pabrik, program CSR sedikit bergeser pada kegiatan pemberdayaan.

Di mana saat itu perusahaan juga sudah menangkap hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama di sekitar pabrik.

Untuk area ring 1 pabrik, ada enam desa yang menjadi sasaran program. Keenam desa tersebut, lima di antaranya yakni Desa Kadiwono, Tegaldowo, Pasucen, Kajar, dan Timbrangan berada di wialayah Rembang. Sedangkan satu desa lagi, Desa Ngampel, ada di wilayah Blora.

“Jadi kami melihat dan mendata program yang juga menjadi arahan Kementerian BUMN dan dari SIG. Ada empat pilar, di antaranya adalah pilar sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola,” lanjut dia.

Upaya itu dilakukan sebagai komitmen perusahaan untuk turut berkontribusi dalam membangun daerah, dalam hal nonfisik.

Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, termasuk pendampingan pertanian, peternakan dan lainnya, diharapkan bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Dia juga mengatakan sejak awal berdiri, Semen Gresik berkomitmen untuk melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dan Rembang dengan persentase mencapai 79% dari seluruh karyawan.

Dengan begitu perusahaan juga berupaya ikut mengurangi angka pengangguran di wilayah sekitar.

Di bidang infrastruktur, Semen Gresik melalui program Forum Masyarakat Madani (FMM), yang digulirkan sejak 2018, juga turut mengangkat pembangunan infrastruktur di daerah sekitar, terutama di enam desa tersebut.

Pembangunan infrastruktur tersebut meliputi rumah layak huni, jamban dan sanitasi layak, pembangunan saluran talud dan irigasi, serta 15,413 meter pembangunan infrastruktur jalan.

“Dari anggaran yang kami gulirkan kepada masyarakat itu kami bagi menjadi dua kelompok, yakni untuk infrastruktur dan pemberdayaan. Namun karena kami melihat fakta infrastruktur di desa juga sangat minim, kami minta dari dana tersebut lebih dari 75% untuk pembangunan infrastruktur,” jelas dia.

Di tingkat nasional, saat ini Semen Gresik juga turut mendukung proyek IKN melalui produk-produk unggulannya.

Lebih lanjut pihaknya berharap Jateng terus tumbuh dan berkembang. Sejauh ini perusahaan melihat Jateng merupakan wilayah dengan potensi yang cukup besar. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#jateng #rembang #angka kemiskinan menurun #HUT 79 Jateng #jawa tengah