Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keluarga Bantah Tewasnya Dokter Aulia Risma Bantah karena Bunuh Diri, Ini Alasannya

Nibros Hassani • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 22:35 WIB
Foto: Instagram @undip.official
Foto: Instagram @undip.official

RADAR KUDUS – Kabar mengenai dokter bunuh diri yang tengah menjalani Prodram Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro Semarang masih menjadi perbincangan.

Terlebih setelah keluarga korban, dr Aulia Risma Lestari membantah bahwa alasan bunuh diri almarhumah adalah karena bullying (perundungan).

Hal ini disampaikan oleh Susyanto, Kuasa Hukum keluarga korban kepada media.

Pihak keluarga meyakini korban meninggal karena sakit. Bukan karena bunuh diri.

Baca Juga: Kemenkes Lakukan Investigasi di RS Kariadi Buntut Kasus Bunuh Diri Dokter PPDS FK Undip yang Diduga Dibully Senior

"Korban meninggal karena sakit, mungkin pas lagi kelelahan keadaan darurat menyuntikkan anestesinya dan kelebihan dosis. Intinya dari keluarga menampik berita bahwa korban meninggal dunia karena bunuh diri," kata Susyanto.

Diketahui, almarhumah dr Aulia Risma Lestarim emiliki Riwayat penyakit HNP atau Hernia Nukles Puposus.

Baca Juga: Undip Semarang Bantah Mahasiswinya Bunuh Diri karena Perundungan, Ini Penjelasannya

Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi dimana bantalan tulang belakang mengalami kelemahan sehingga rentan bergeser, terdorong keluar, menonjol, dan menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang.

Penyakit ini sering disebut sebagai sakit saraf kejepit.

Kata Susyanto, karena riwayat penyakit tersebut, almarhumah sering merasa kesakitan. Terutama jika kelelahan.

Baca Juga: Miris, 11 Mahasiswa Baru Undip Keracunan saat Ospek, Alami Diare hingga Masuk Rumah Sakit, Begini Respon Undip

Baca Juga: BREAKING NEWS! Pemotor Asal Bangetayu Semarang Ini Tewas Mengenaskan Usai Ditabrak Lari, Begini Kronologinya

Selain itu, ada kemungkinan saat dalam keadaan lemas dan darurat, korban menyuntikkan sendiri obat anestesi dan kelebihan dosis.

Meski begitu, pihak keluarga juga tidak ingin memberikan keterangan secara vulgar karena khawatir terjadi blunder.

Baca Juga: Tak Terima Istrinya Digoda di Facebook, Suami di Salatiga Ini Hajar Seorang Pria

Sehingga, kata Susyanto, keluarga menyampaikannya secara terang-benderang kepada kepolisian.

"Terkait yang viral katanya, nuwun sewu (mohon maaf) korban meninggal karena bunuh diri itu kami sangkal. Itu tidak benar. Bahwa almarhumah meninggal dunia karena sakit," jelas Susyanto.

 

Editor : Abdul Rokhim
#undip semarang #bullying dokter #ppds #info semarang #rsup kariadi #RSUD Kardinah Tegal