SEMARANG - Tim pengabdian masyarakat dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Negeri Semarang telah sukses mengadakan kegiatan pengembangan literasi dan numerasi di TK Tahfidzul Qur'an Permata Bunda yang berada di dukuh Banaran kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada hari ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak melalui media yang mudah ditemukan disekitar.
Konsep literasi pada anak merupakan proses berkelanjutan yang sangat dinamis, mulai dari munculnya rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, berbahasa lisan, hingga pada kemampuan membaca dan menulis.
Literasi pada anak usia dini sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan berbahasa anak.
Sementara, keterampilan numerasi pada anak usia dini juga terkait dengan kemampuan pemecahan masalah dasar dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun numerasi awal yang perlu dikenalkan pada anak usia dini meliputi kemampuan berhitung, pola, pengukuran, analisis data dan geometri.
Tim pengabdian terdiri atas dosen dan mahasiswa program studi PG PAUD Universitas Negeri Semarang yang diketuai oleh Ibu Naili Rohmah, M.Pd.
Tim kegiatan pengabdian beranggotakan Renistiara Medilianasari, M.Pd., Sugiana, M.Pd., dan Dr. Sri Sularti Dewanti Handayani, M.Pd. Adapun Kepala Sekolah TK Tahfidzul Qur'an Permata Bunda, Ibu Yaniatu Hujjatunafi’ah, menyambut baik kegiatan ini.
Beliau mengapresiasi inisiatif dosen PG PAUD Universitas Negeri Semarang dalam membantu meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak di sekolah mereka.
"Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat dari PG PAUD Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan anak-anak di sekolah kami," ujarnya.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para pengajar di TK Tahfidzul Qur'an Permata Bunda dan menganggapnya sebagai langkah awal yang penting dalam membangun fondasi pendidikan anak-anak.
Selain memberikan manfaat langsung bagi murid-murid, kegiatan ini juga dianggap sebagai investasi penting dalam pengembangan potensi anak-anak usia dini di lingkungan sekolah.
Para orang tua murid juga menyambut positif kegiatan ini, menganggapnya sebagai peluang berharga bagi anak-anak mereka untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan hanya sekadar memperkenalkan literasi dan numerasi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kolaborasi dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Diharapkan, langkah-langkah seperti ini akan terus menjadi inspirasi bagi upaya-upaya serupa di masa depan, memperkaya pendidikan anak-anak Indonesia dari dini. (*)
Editor : Ali Mustofa