RADAR KUDUS – Mengerikan, beredar kabar bahwa seorang pemilik sapi yang merupakan warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati Semarang menemukan ternaknya mati mendadak.
Anehnya, semua sapi yang berjumlah 10 itu mati mendadak, dan 5 diantaranya mati tanpa sebab yang wajar.
Padahal, pemilik sapi mengatakan kondisi sapi sehat dan tidak ada kejanggalan.
Melansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), kejadian ini bermula saat pemilik hewan memeriksa kendang seperti biasa dimulai pada Minggu lalu.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Semarang Tanggapi Kebakaran Hebat di Taman Bunga Celosia
Sapi itu mati secara berkala, dari 1 ternak, dan bertambah, hingga puncaknya langsung mati 5 ekor.
“Sapi sehat semua nggak ada apa-apa. Minggu kemarin satu (sapi) mati, terus Rabu satu, terus 1 lagi, terus ada lagi. Terus ini 5 mati seketika. Total 10 sapi itu milik 1 orang," jelas Ketua kelompok Tani Rukun, Muhfasodin, pada Selasa (6/8/2024) kepada Radar Semarang.
Warga sekitar yang hendak memberi makan melihat lima sapi tersebut sudah tergeletak dalam kendang dalam kondisi bertumpuk tumpuk.
Baca Juga: Pameran Mobil Mercedes Benz Unik bakal Digelar di Kalipepe Land Solo, Catat Waktunya
"Kondisinya melek, numpuk-numpuk, ada tali, kayak mau mutusin tali, berontak," ujar Muhfasodin.
Kejadian ini pun dilaporkan ke Dinas Peternakan kemudian diteruskan ke Polsek Gunungpati, pada Selasa (6/8/2024).
Disebutkan, Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP. Pihak kepolisian pun tengah mendalami peristiwa janggal ini.
"Iya, itu kejadian kemarin (Senin), laporannya baru hari ini (Selasa). Dari keterangan Gapoktan, menyampaikan tiba tiba di kandang langsung mati aja," ungkap Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo.
Selain penyelidikan kepolisian, 5 sapi yang ditemukan mati tak wajar itu juga diambil sampel darahnya untuk diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.
Ditaksir, atas kejadian ini pemilik sapi rugi hingga ratusan juta rupiah.
Kamu bisa tetap update informasi terkini dan berita pilihan kami langsung dari WhatsApp.
Ikuti saluran WA Radar Kudus (WhatsApp Channel Radar Kudus) :
https://www.whatsapp.com/channel/0029VakZMgLKGGGHjPkBUI2K
Editor : Ali Mustofa