RADAR KUDUS – Gunung Lawu yang berada di perbatasan Karanganyar Jawa Tengah dan Magetan Jawa Timur ini memang sangat indah.
Tak heran banyak pencinta alam yang ingin mendaki ke sana dan menikmati keindahan alamnya yang menakjubkan.
Meski indah dan menjadi 7 Summit of Java, gunung yang memiliki ketinggian 3.265 meter ini rupanya menyimpan banyak mitos mistis yang hingga kini masih diyakini masyarakat.
Inilah 9 Kisah Mistis dan Mitos di Gunung Lawu
- Mitos Sendang Drajat
Sendang Drajat merupakan sumber mata air yang berada di sekitar Gunung Lawu.
Sendang Drajat ini diyakini masyarakat sekitar Gunung Lawu dapat membuat awet muda bila diminum.
Namun hal ini terjadi bila niat peminumnya baik. Apalabila niatnya buruk, maka akan ada rintangan yang menghalangi.
- Larangan Mendaki dalam Jumlah Ganjil
Di Gunung Lawu ada mitos larangan mendaki dalam jumlah ganji.
Kendati tidak ada aturan tertulis, mitos ini diyakini.
Sebab sebagian orang yakini bila mendaki dalam jumlah ganjil bisa digenapkan oleh makhluk gaib yang ada di Gunung Lawu.
- Larangan Memakai Baju Hijau
Selain dilarang mendaki dalam jumlah ganjil, ada juga larangan untuk memakai baju berwarna hijau saat mendaki Gunung Lawu.
Larangan ini dipercaya ada kaitannya degan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.
Mitosnya, siapa yang menggunakan baju hijau diyakini akan diculik oleh Nyi Roro Kidul.
- Mitos Burung Kiai Jalak
Di Gunung Lawu yang populer yakni mitos burung jalak yang kerap menampakkan diri.
Menurut kepercayaan orang di sekitar Gunung Lawu, buruk tersebut hanya menampakkan diri bagi yang berlaku sopan dan memiliki niat baik saat mendaki.
Warga yakin bila burung tersebut mengikuti selama pendakian itu pertanda selamat dan kedatanganmu disambut baik oleh para penghuni Gunung Lawu.
Ada pendaki yang menceritakan pernah ditolong burung jalak saat tersesat di Gunung Lawu.
Para pendaki justri ditolong buruk jalak sampai ke jalan yang benar.
- Berlaku Sopan
Berlaku sopan sebetulnya harus dilakukan di mana saja, tak terkecuali saat mendaki Gunung Lawu.
Saat mendaki, para pendaki diwajibkan untuk menjaga sopan santun, etika, dan kebersihan selama mendaki.
Para pendaki dilarang mengumpat atau mengucapkan kata-kata kasar yang dianggap tidak menghormati Gunung Lawu.
Beberapa kasus kehilangan dan terseserat terjadi di Gunung Lawu dipercaya karena pendaki berperilaku tidak sopan dan tidak patuh kepada etika.
Masyarakat percaya, meremehakan kepercayaan dan melanggar larangn akan berakibat buruk. Untuk itu para pendaki diminta berlaku sopan saat mendaki.
- Diikuti Penunggu Lawu
Gunung Lawu menyimpa cerita mistis yang membuat para pendaki merasakan kehadiran makhluk gaib.
Umumnya saat berada di pos 4, para pendaki akan merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata.
Di ps 4 pula diyakini menjadi tempat angker di Gunung Lawu.
Para pendaki ada yang merasakan perubahan suasana saat berada di sana. Mereka merasakan hawa kurang nyaman dan terasa aneh.
Namun banyak juga pendaki yang tidak merasakan apa-apa.
- Tempat Mediktasi dan Aktivitas Spiritual
Di Gunung Lawu memiliki tiga puncak yang dianggap sakral dan keramat.
Tiga puncak ini dianggap menjadi pusat aktivitas spriritual bagi masyarakat setempat.
Salah satu momen sakral di Gunung Lawu yakni saat malam 1 Suro.
Pada malam 1 Suro banyak warga yang bermeditasi di puncak gunung.
Sebab malam tersebut dianggap menjadi momen spriritual yang penuh makna bagi masyarakat sekitar.
Tak heran, bila mendaki pada malam 1 Suro, kamu akan bertemu dengan masyarakat yang melakukan meditasi.
- Larangan Warga Cepu Blora atau Keturunan Adipati Cepu Mendaki di Gunung Lawu
Mitos ini bermula saat Prabu Brawijaya V mengasihkan diri ke puncak Gunung Lawu saat dikejar oleh pasukan Adipati Cepu.
Prabu Brawijaya V pun bersumpah untuk melarang orang Cepu Blora, Bojonegoro khususnya keturunan dari Adipati Cepu untuk mendaki Gunung Lawu.
Bila itu dilanggar maka akan mendapat celaka.
Baca Juga: Cerita Mistis Makam Keramat Raden Dewi Ayu Nawangsih Kudus Tentang Sosok Penunggu Pohon Jati
- Pasar Setan
Sebagian orang pasti mengetahui mitos di Pasar Setan. Pasar Setan berada di puncak tertinggi Gunung Lawu yakni Hargo Dumilah.
Disebut Pasar Setan karena ada beberapa pendaki yang mengaku mendengar suara manusia sedang menjual beli, suara napas manusia, suara delman hingga keramaian pasar di Pasar Setan.
Bahkan ada pendaki yang mendengar orang menawarkan barang dagangannya kepada para pendaki yang berjalan ke pos 5.
Baca Juga: Waduh...Cabut Gigi Rahang Atas Bisa Sebabkan Kebutaan? Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Seolah-olah ada keramaian dan aktivitas jual beli di sana.
Meski ada suara-suara aneh, para pendaki tidak pernah melihat aktivitas itu.
Bagi yang melewati Pasar Setan dan diharapkan jangan berisik dan mengambil barang seperti daun, ranting, atau batu saat ada yang menawari barang.
Itulah 9 mitos mistis di Gunung Lawu. Apakah kamu percaya dengan mitos ini? percaya atau tidak yang pasti kita harus menjaga alam dan berlaku sopan saat mendaki gunung. Semoga bermanfaat.
Editor : Noor Syafaatul Udhma