Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Orangtua saat Gregoria Asal Wonogiri Jateng Tanding di Semifinal Olimpiade Paris 2024, Ibunya Tak Mau Lihat, Takut Anaknya Jatuh saat Tanding

Nibros Hassani • Selasa, 6 Agustus 2024 | 17:57 WIB
Jorji memperlihatkan capaian medalinya. Foto: Instagram @bwf.official
Jorji memperlihatkan capaian medalinya. Foto: Instagram @bwf.official

RADAR KUDUS – Nama Gregoria Mariska Tunjung trending beberapa hari belakangan usai berhasil meraih medali perunggu dalam semifinal Bulu Tangkis di Olimpiade Paris 2024.

Jorji, panggilan akrabnya itu adalah warga Wonogiri Jawa Tengah, tepatnya Dusun Karangtalun, Desa Pokohkidul, Kecamatan Wonogiri Kota.

Jorji terlahir dari pasangan Gregorius Mariyanto dan Fransisca Romana Dwi Astuti.

Baca Juga: Terjatuh dari Minibus saat Berangkat Sekolah, Pelajar 17 tahun asal Wonogiri Tewas, Begini Kronologinya

Melansir dari liputan Radar Solo (Jawa Pos Group) dari rumahnya di Wonogiri, terdapat cerita bagaimana orangtua Jorji menyaksikan putri semata wayangnya berlaga di Paris, Prancis.

Pada Minggu (4/8), ayah Jor, Mariyanto terlihat fokus memandang layar tablet miliknya.

Pada layar itu ia melihat putrinya bertanding mati-matian melawan An Se-young di semifinal Olimpiade Paris 2024 di Porte de La Chapelle Arena Paris—ribuan mil jauh jaraknya dari Wonogiri Jawa Tengah.

Sesekali Mariyanto menuliskan catatan di buku miliknya. 

Baca Juga: VIRAL Pengemudi Mobil Plat K Ugal-ugalan di Jalan Lingkar Selatan Jati Kudus, Tabrak Polisi Satlantas sampai Terbawa 500 meter

Saat Mariyanto fokus menonton pertandingan, Fransisca Romana Dwi Astuti, istrinya, memilih memisahkan diri.

Kepada Radar Solo (Jawa Pos Group), wanita yang akrab disapa Sisca itu bercerita tak mau menonton anaknya bertanding.

Ia tidak berani. Takut melihat anaknya jatuh.

Sisca memilih untuk memanjatkan doa kepada Tuhan untuk kelancaran pertandingan Ria, panggilannya kepada Gregoria.

Baca Juga: Kabar Baik, 36 Bus akan Dikirim ke IKN dari Terminal Tirtonadi Solo untuk Dukung Persiapan Upacara 17 Agustus

"Saya nggak lihat. Nggak berani nonton. Saya berdoa saja. Deg-degan kalau Ria jatuh," ujar Sisca pada Senin (5/8/2024). 

Sisca juga bercerita saat Jorji lomba di Jogja, keduanya tidak ikut menonton langsung dan memilih tinggal di hotel.

Ternyata, ini sudah menjadi kebiasaan Gregoria sejak dahulu.

Hal ini telah disepakati oleh Gregoria dan orang tuanya. Keduanya tidak menonton langsung agar Gregoria tetap fokus dalam pertandingan.

Baca Juga: Diperiksa 2,5 Jam oleh KPK, Begini Kata Walikota Semarang

"Setelah tanding itu kalah-menang laporan. Kalau Ria merasa kalah karena mainnya jelek nangis. Tapi kemarin saat lawan An Se-young, saya kira bagus. Dia juga tidak menangis," kata ayahnya Mariyanto.

_____

Kamu bisa tetap update informasi terkini dan berita pilihan kami langsung dari WhatsApp. Ikuti saluran WA Radar Kudus (WhatsApp Channel Radar Kudus) :

https://www.whatsapp.com/channel/0029VakZMgLKGGGHjPkBUI2K

 

 

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#olimpiade paris 2024 #wonogiri #ayah ibu jorji #Gregoria #bulu tangkis #Gregoria Mariska Tunjung