RADAR KUDUS – Sebuah video yang berisi wawancara Hendrar Prihadi-Pejabat LKPP beredar di media sosial pada Sabtu (19/7).
Video lama itu menceritakan kisah perjuangan Hendi—panggilan akrabnya semasa sebelum menjabat sebagai Walikota Semarang.
Hendi kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) sejak 10 Oktober 2022. Jabatan kepala LKPP sendiri tingkatnya setara dengan Menteri.
Sebelum menjadi Ketua LKPP, Hendi pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah dari Dapil Jateng II, hingga terpilih sebagai Wakil Walikota Semarang mendampingi Soemarmo HS.
Soemarmo yang terlibat korupsi dinonaktifkan dan Hendi menggantikan Soemarmo sebagai Plt.
Hendi pun sempat terpilih oleh DPRD sebagai Walikota definitif. Selanjutnya, Hendi maju lagi dalam Pilwakot Jawa Tengah berpasangan dengan Mbak Ita dan terpilh.
Kata Hendi, jabatan yang ia emban saat ini adalah berkah dan mukjizat.
Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap 15 Kapolres Baru di Jajaran Polda Jateng
Hendi juga diisukan akan maju dalam kontestasi Pilgub Jateng 2024.
1. Tidak Bisa membelikan Susu untuk Anaknya
Hendi bercerita, sebelum menjadi pejabat ia pernah menghadapi masa-masa sulit.
Suatu kali, istri Hendi mengabarkan susu anaknya habis dan Hendi mengaku tidak memiliki uang sama sekali.
Ia akhirnya mengumpulkan recehan-recehan yang ada di mobilnya hingga terkumpul uang Rp 1000 untuk membeli susu sachet.
Baca Juga: Cekcok Kekuasaan Lahan Parkir, Pria Asal Semarang ini Tusuk Sesama Jukir pakai Pisau Lipat
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Wali Kota Semarang, Ini Dugaan Kasusnya
“Wes mah, tuku iki sek neng warung biar anak gak nangis terus,” kata Hendi kepada istrinya ketika itu.
“Saya dulu dari orang biasa saja. Menuju kesini itu saya juga berproses. Berprosesnya nggak karuan,” jelas Hendi dalam video tersebut.
2. Bekerja di Perusahaan Biasa
Hendi juga bercerita dulunya ia adalah sales dari sebuah perusahaan biasa.
Baca Juga: Viral! Ngaku Ketua Ormas Pemuda Pancasila dan Pengacara, Wisnu Ternyata Tak Memiliki KTA
Ia mengaku tidak diterima saat mendaftar PNS dan pegawai BUMN. Ingin menjadi wirausaha ia juga belum memiliki modal yang cukup.
Ia akhirnya memilih bekerja sebagai sales perusahaan.
“Tapi tadi saya ketemu dari sales itu tadi, jual produk itu mudah. Yang susah nagihnya,” jelasnya disambut tawa hadirin.
Editor : Noor Syafaatul Udhma