DEMAK - Penambalan tanggul jebol di Sungai Wulan yang berada di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak belum tertutup sempurna.
Kondisi tersebut dikarenakan tiang pondasi yang ditancapkan tidak menjangkau dasar sungai.
Kondisi tersebut dikatakan oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi saat meninjau pengerjaan penampalan tanggul Rabu (20/3) siang.
Baca Juga: Banjir Surut, Seluruh Dapur Umum bagi Korban Banjir di Jepara Resmi Ditutup
Ia bersama jajarannya menuju lokasi pengerjaan tanggul dengan mengendarai motor trail.
Sementara itu, di sekitar lokasi truk pengangkut batu padas ke luar masuk tanggul.
Batu padas tersebut diperuntukkan sebagai bahan material penutup tanggul.
Selain itu, terpantau juga ekskavator di sekitar jalan menuju pengerjaan tanggul. Alat berat yang dikerahkan ada sekirar lima unit.
Di samping itu, kondisi genangan banjir yang merendam Jalan Pantura Kudus-Demak telah berangsur surut. Diperkirakan air surut mecapai 10 hingga 20 sentimeter.
Meskipun surut jalan utama tersebut belum bisa dilalui.
Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi dari hasil tinjauannya mengatakan, ada beberapa kendala yang dialami saat ini dalam pengurukan tanggul.
Dalam pemasangan pasak atau pondasi tanggul mengalami kendala.
"Besi (Baja, Red) yang panjangnya enam meter saja masih kurang panjang. Ya karena mungkin kurang dalam dan akhirnya membuat lama," katanya.
Dia menyebut, apabila panjang pasak enam meter tersebut mampu ditancapkan, jebolan tanggul akan tertutup dan teratasi.
Dia menaksir panjang pasak bisa menancap sempurna berkisar 10 meter lebih.
"Setelah pasak tertancap sempurna habis itu bisa diisi dengan bambu, tanah yang dikemas dalam sak," tambahnya.
Pangdam berharap kendala tersebut bisa atasi dengan cepat. Ia mentargetkan penanganan tanggul jebol bisa selesai pada tadi malam.
Prajurit TNI juga dikerahkan untuk membantu penambalan tanggul. Total ada sebanyak 100 orang anggota yang diterjunkan.
Dia berharap dengan penerjunan personel tersebut bisa bekerja secara efektif dan efisien mengatasi jebolan tanggul.
Anggotanya dibagi dua sif. Bekerja dari pukul 06.00 sampai 18.00.
"Kami tetap berpacu terus hingga ini bisa tertambal," jelasnya.
Pihaknya akan memaksimalkan penanganan banjir di Kabupaten Demak cepat terentaskan.
Setelah penanganan disana selesai, bisa mengatasi banjir di daerah lainnya.
Usai meninjau tanggul di Demak, rombongan Pangdam bergeser ke posko pengungsian di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus.
Pangdam memberikan bantuan kebutuhan logistik kepada para pengungsi. (gal)
Editor : Ali Mustofa