Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Mistis Munculnya Kakek Misterius Saat di Lokasi Tanggul Jebol Karanganyar Demak, Beri Wejangan Wedus Kendit!

Dzikrina Abdillah • Kamis, 21 Maret 2024 | 17:48 WIB
Banjir di Pantura Kudus-Demak imbas tanggul jebol di Karanganyar.
Banjir di Pantura Kudus-Demak imbas tanggul jebol di Karanganyar.

DEMAK - Banjir besar yang melanda Kecamatan Karanganyar, Demak ternyata menyimpan banyak misteri.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah cerita pengemudi alat berat bechoe yang bertugas menutup tanggul jebol di Karanganyar.

Ia menceritakan pengalaman mistisnya di media sosial.

Saat proses meninggikan tanggul dengan alat berat, para pekerja merasa tanggul terasa sudah kuat.

Namun, saat pengemudi turun, tanggul yang diinjaknya terasa ambles.

Ia pun merasa kakinya seperti menginjak tubuh ular besar.

Selain itu, pengemudi alat berat ini juga sempat ditemui sosok kakek misterius saat hujan deras di sela pengerjaan penutupan tanggul.

Pria sepuh misterius tersebut sempat membeei wejangan pengemudi eskavator tersebut.

Diantaranya, memberitahukan agar ada wedus kendit saat penutupan tanggul.

Sosok itu juga memberitahukan bahwa di tanggul itu ada punden (makam tokoh desa).

Namun, selama ini warga setempat dianggap sudah tidak menghargai lagi dengan bersedekah bumi.

Sosok kakek misterius tersebut juga mengingatkan agar pengemudi eskavator itu segera meninggalkan lokasi.

Kakek misterius itu berucap tanggul akan jebol lagi.

Mendasarkan pengalaman itu, masyarakat sekitar akhirnya melakukan penutupan tanggul dilaksanakan dengan penanaman wedus kendit di area tanggul beserta uborampemya.

Prosesi Wedhus Kendit kemudian dilakukan di Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar.

Ritual itu juga dilakukan dengan pelaksanaan doa selamatan dilokasi.

Dalam prosesi selamatan ini, seekor wedus kendit atau kambing dengan warna bulu hitam dan putih ditengahnya.

Wedus Kendit itu dijadikan "kurban" dalam penutupan tanggul.

Wedus kendit tersebut kemudian ditanam di tengah tanggul dengan harapan prosesi penutupan tanggul.

Harapannya penutupan tanggul akan berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan secara gaib.

Sebelum ditanam di tanggul, wedus kendit terlebih dulu di sembelih oleh seorang kiai dari Kudus sesuai syariat Islam.

Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.

"Sebetulnya, sisi mistis ini juga kita alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak." Katanya.

"Beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran," imbuhnya.

Tradisi dan kearifan lokal tersebut diharapkan bisa menguatkan dalam penutupan tanggul Sungai Wulan.

Bupati juga menyebut telah mengerahkan puluhan pompa penyedot air dalam penutupan tanggul.

Diantaranya, di Desa Karangrejo Wonosalam tersebut dan di Desa Singorejo Kecamatan Demak Kota.

"Tapi, kendalanya ya itu tadi. Mesin pompa ngadat terus karena gangguan-gangguan diluar nalar atau faktor teknis non teknis itu,"katanya.

Setelah dilakukan penyedotan air itu, banjir di Kota Demak debitnya turun 5 cm.

Air yang dipompa dibuang di Sungai Tuntang Kontrak dan tidak dibuang ke Sungai Kalijajar. Sebab, kondisi Kalijajar penuh air.

Editor : Dzikrina Abdillah
#karanganyar #demak #tanggul #Kekek #mistis #ritual #misterius #jebol #tradisi #Wedus Kendit #cerita