DEMAK - Banjir di Desa/Kecamatan Karanganyar, Demak, berangsur surut warga terdampak banjir mulai tilek omah atau menengok rumah.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di RT 6/RW 1, Desa Karanganyar, Demak kemarin ketinggian air di jalan desa setinggi lutut orang dewasa.
Sementara di area tengah permukiman warga sedada orang dewasa.
Apabila dibandingkan dengan Minggu (17/3) lalu, banjir setinggi tiga meter.
Namun genangan air di wilayah permukiman berangsur surut.
Saat ini rata-rata ketinggian air diperkirakan 70-150 sentimeter.
Meski demikian, arus air masih deras mengalir ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Cerita Warga Karanganyar Demak Hadapi Banjir: Pilih Dirikan Tenda, Tiap Hari Makan Mi
Memanfaatkan situasi tersebut, sebagian warga mulai membersihkan perabotan rumah mereka.
Ada pula yang mengecek kembali keadaan rumah setelah beberapa hari terendam banjir.
Salah satunya Tikoh, 40, warga Desa Karanganyar Demak.
Ia mengaku baru pulang ke rumahnya setelah banjir empat hari lalu.
Sebelumnya, ia mengungsi bersama keluarganya di Tanggulangin.
"Alhamdulillah surute akih. Tidak seperti kemarin, tinggi air sampai atap rumah, " katanya kemarin.
Saat pagi, perempuan berjilbab itu kembali ke rumah untuk melihat perkembangan surutnya banjir di wilayahnya.
Kemudian ketika siang hari, ia kembali ke posko pengungsian.
"Anak saya tak tinggal sebentar di sana (Tanggulangin, Red). Makannya saya cepet-cepet pulang, " imbuhnya.
Baca Juga: Banjir di Karesidenan Pati Belum Menunjukkan Tanda Surut, Bantuan Sembako Minim
Menurutnya, banjir kali ini lebih parah daripada banjir Februari lalu. Tanpa hitungan jam air sudah menenggelamkan rumahnya.
Barang-barang berharga sudah diletakkan ke tempat lebih tinggi. Namun air masih bisa menjangkau.
"Ini kasur saya saja kotor kena lumpur semua, " ujarnya.
Tidak hanya Tikoh, Suwito, 58, warga Desa Karanganyar, Demak lainnya juga mulai membersihkan sofa dari sisa-sisa banjir.
Keadaan banjir di rumah Suwito saat ini setinggi betis.
Banjir tidak lagi menggenangi rumahnya.
Baca Juga: Berjalan Sukses, Helatan Pameran Mebel Jepara International Buyer Weeks Raup Transaksi 3,34 Juta USD
Walaupun banjir berangsur surut, ia mengaku belum bisa pulang sementara waktu.
"Ya nunggu kalau sudah kering dan listriknya hidup bisa dihuni kembali," paparnya. (wat)
Editor : Noor Syafaatul Udhma