DEMAK - Penambalan tanggul jebol di Sungai Wulan yang berada di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, kemarin, belum tertutup sempurna.
Salah satu kendalanya tiang pondasi yang ditancapkan tidak menjangkau hingga dasar sungai. Sudah 15 pancang ditancapkan ke dalam tanggul.
Progres perbaikan tanggul itu mencapai 70 persen.
Sebelumnya kerusakan tanggul selebar 30 meter dan baru rampung 20 meter. Atau kurang 10 meter.
Di sekitar lokasi tanggul terlihat truk pengangkut batu padas keluar masuk tanggul.
Batu padas tersebut diperuntukkan sebagai bahan material penutup tanggul.
Selain itu, terpantau juga ekskavator di sekitar jalan menuju pengerjaan tanggul.
Delapan alat berat dikerahkan. Di sepanjang tanggul lima unit. Tiga unit memperbaiki tanggul.
Keberhasilan menambal 20 meter dan berkurangnya intensitas hujan membuat banjir berangsur surut.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini yang juga korban banjir di Karanganyar, Sekarwati mengatakan sebelumnya banjir menggenangi rumah warga tiga meter.
Sedangkan kemarin genangan air di permukiman warga setinggi 70-150 sentimeter.
Sementara di Jalan Pantura Kudus-Demak, ketinggian banjir berkisar satu meter sampai dengan dua meter.
Media jalan sudah mulai terlihat. Sebelumnya banjir di jalan itu mencapai tiga meter.
Kepala Desa Karanganyar, Demak, Agus Sudiarto terdapat delapan unit alat berat atau backhoe digerakkan untuk memperbaiki kerusakan tanggul tersebut.
"Di wilayah desa, dibantu ada beberapa pompa untuk menyedot banjir cepat surut, " imbuhnya.
Salah seorang pengendara, Nur, 39, mengatakan banjir masih menggenangi Jalan Pantura dari Desa Karanganyar sampai Desa Cangkring.
Saat hendak pergi ke Desa Ngaluran, ia juga mengecek kondisi banjir di Jalan Pantura.
Menurutnya, kendaraan bermotor hanya bisa melewati banjir sampai Desa Cangkring dengan ketinggian 10 sentimeter.
"Kalau di depan Pasar Karanganyar mungkin masih dalam sampai 1,5 meter lebih. Kalau di sini (Desa Cangkring, Red) saja segini," ungkapnya.
Akibat jalan yang masih tergenang banjir, pengendara dialihkan ke jalan alternatif.
Melalui Pertigaan Trengguli dari arah Mijen menuju Welahan Jepara. (wat)
Editor : Noor Syafaatul Udhma