Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terjawab Sudah, Ternyata Ini Penyebab Jebolnya Tanggul Sungai Wulan dan Banjir di Karanganyar Demak

Ali Mustofa • Kamis, 8 Februari 2024 | 21:50 WIB
MACET PARAH: Jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.
MACET PARAH: Jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.

 DEMAK – Hujan deras yang mengguyur Demak selama sehari penuh, serta kiriman air dari Grobogan menyebabkan tanggul Sungai Wulan jebol.

Lokasinya di wilayah Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng).

Ungguh Prakoso, Camat Karanganyar menyampaikan, akibat jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan dan Kali Jratun tersebut tidak hanya membuat jalan Pantura Karanganyar macet.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Mulai Keluhkan Pusing, Gatal, dan Pegal Linu

Juga merendam areal persawahan dan pemukiman warga.

Selain itu, juga berdampak pada warga setempat. Ratusan kepala keluarga (KK) pun mengungsi sejak pagi.

"Di Desa Ketanjung jumlah pengungsi 300 KK atau 600 jiwa. Sementara ini, lokasi pengungsian berada di rumah Kepala Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar," katanya.

Diketahui, jebolnya tanggul Sungai Wulan dikarenakan curah hujan yang tinggi sehari sebelumnya, serta air kiriman dari Kabupaten Grobogan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Kamis (8/2) pagi, kendaraan sudah tersendat dan melaju pelan sejak di kawasan Terminal Induk Jati, Kudus.  

Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Keluhkan Susu Formula Balita hingga Popok yang Kurang

Warga sekitar jalan raya mengeluhkan kondisi banjir ini. Sebab, saat kendaraan lewat, air banjir langsung menerjang rumah warga di tepi jalan yang juga kebanjiran.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, bantuan karung sangat dibutuhkan termasuk logistik.

"Kita siapkan tempat pengungsian , dapur umum hingga posko kesehatan,"ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menyebutkan, bahwa banjir yang melanda tersebut akibat dari jebolnya sejumlah tanggul sungai.

Termasuk Sungai Wulan dan Kali Jratun alur saluran Waduk Kedungombo.

Di Kecamatan Gajah, wilayah banjir meliputi Desa Tambirejo dengan ketinggian air 20 cm. Areal persawahan terendam. Di Desa Medini, banjir merendam persawahan.

Baca Juga: Bantu Korban Banjir Demak, BPBD Kudus Buka Tiga Posko Pengungsian, Disini Lokasinya 

Kemudian, di Desa Sambung, banjir merendam jalan raya dan persawahan. Demikian pula, di Desa Wilalung, jalan dan persawahan terendam banjir.

Di Kecamatan Dempet, banjir melanda Desa Sidomulyo. Sebanyak 1.200 KK atau 4.800 jiwa terdampak. Di Desa Gempoldenok wilayah terdampak 694 KK atau 2.776 jiwa.

Desa Kebonsari pemukiman warga yang terdampak ada 811 KK atau 3.244 jiwa. Desa Balerejo yang terdampak ada 1.617 KK atau 6.468 jiwa.

Juga Desa Kedungori yang terdampak ada 1.201 KK atau 4.804 jiwa. Berikutnya, Desa Kuwu yang terdampak 1.149 KK atau 4.596 jiwa.

Baca Juga: Guru Spiritual di Grobogan Mengaku Tangani 25 Caleg Jelang Pemilu 2024, Ternyata Minta Bantuan Ini

Baca Juga: Cerita Warga Karanganyar Demak Korban Banjir 2 Meter: Trauma dan Tak Makan Sehari Semalam

Kemudian, Desa Kramat yang terkena banjir 1.591 KK atau 6.364 jiwa dan Desa Harjowinangun ada 1.761 KK atau 7.044 jiwa.

Ketinggian Air Capai 2 Meter hingga Warga Kelaparan

Warga Desa Karanganyar harus berjuang bertahan hidup di tengah banjir yang melanda di Kabupaten Demak sejak Kamis (8/2) lalu.

Mereka harus menahan lapar dan menunggu giliran evakuasi oleh relawan menuju posko pengungsian.

Hal ini dialami oleh Sunarti (37), salah satu warga Desa Karanganyar, Kabupaten Demak yang harus mengungsi di posko pengungsian di Terminal Jati Kudus.

Baca Juga: Jalur Demak-Kudus Lumpuh Total Terendam Banjir, Ini Solusi Pertamina Distribusikan BBM

Ketinggian air di rumahnya sudah mencapai 2 meter.

Sebelum air meninggi, pada Kamis sore ia harus dievakuasi ke rumah tetangganya yang memiliki dua lantai.

Untuk menuju ke lokasi evakuasi sementara Sunarti merasa takut. Lantaran kondisi air begitu deras menerjang ke pemukiman warga.

”Saya harus digandeng oleh tetangga saya, dan ketiga anak saya juga digendong warga,” ungkapnya.

GERAK CEPAT: Relawan BPBD setempat mengevakuasi rombongan dari rumah yang terendam banjir di Desa Karanganyar. Di dalam rombongan tersebut ada ibu dan anak yang juga turut dievakuasi.
GERAK CEPAT: Relawan BPBD setempat mengevakuasi rombongan dari rumah yang terendam banjir di Desa Karanganyar. Di dalam rombongan tersebut ada ibu dan anak yang juga turut dievakuasi.

Kondisi banjir hebat yang melanda Kabupaten Demak ini membuat ketiga anaknya ketakutan.
Bahkan mereka menangis saat belum dievakuasi.

Pertolongan datang dari para relawan Kamis malam pukul 23.00 WIB.

Ibu rumah tangga beserta tiga anaknya dan para tetangganya berhasil dievakuasi dengan perahu karet.

Kini mereka hanya bisa pasrah dan berdoa agar air yang menggenangi permukiman cepat surut.

”Semoga air cepat surut, ini anak saya juga mengalami sakit batuk, panas dan pilek,” terangnya.

Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir di Pantura Demak: Bukannya Surut Malah Tambah Parah, Ini Penyebabnya!

Sementara itu Supriyati, 60 warga RT 1/4 Desa Karanganyar, Kabupaten Demak mengaku masih trauma dengan kejadian banjir yang menenggelamkan Jalan Pantura tersebut.

Dirinya bersama warga lainnya harus bertahan di rumah sekitar 14,5 jam untuk menunggu giliran evakuasi.

Saat bertahan ia hanya bisa pasrah menunggu evakuasi relawan.

Dia bersama warga lainnya harus menahan lapar di perutnya.

”Saya dievakuasi sekitar 01.30 WIB. Itu kan nunggu giliran evakuasi. Saya itu gembor-gembor minta bantuan, karena itu banyak yang minta bantuan,” kenangnya.

Ketinggian di rumahnya yang mencapai satu meter lebih ini, hanya bisa bertahan di lantai dua rumahnya.

Ia dan keluarganya berusaha bertahan dan menyelematkan diri.

Baca Juga: Bocah di Penawangan Grobogan yang Tewas Tenggelam saat Bermain di Sawah Bertambah Lagi, Ini Identitas dan Kronologinya

”Saat belum dievakuasi kelaparan ga ada makanan. Mboten ada yang maringi maem awit pagi sampai malam,” ungkapnya sambil matanya berkaca-kaca.

Supriyati berteriak-teriak kepada relawan yang melintas di depan rumahnya. Ia dan tetangganya meminta nasi bungkus untuk mengganjal lapar.

Akan tetapi relawan tengah sibuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah.

Di lokasi Jembatan Tanggulangin para relawan bencana, pada Jumat siang masih sibuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Perahu karet relawan lalu lalang melibas Jalan Pantura yang terendam banjir.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Kudus, relawan mengevakuasi ibu bersama balita yang bertahan di rumah.

Sang ibu dengan pakaian yang basah kuyup itu menggendong anaknya di atas perahu.

Ibu asal Karanganyar tersebut langsung dievakuasi ke tempat posko pengusian yang berada di Jembatan Tanggulangin.


Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir di Pantura Demak: Bukannya Surut Malah Tambah Parah, Ini Penyebabnya!

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak per Jumat (9/2) pukul 11.00 WIB ada sebanyak tujuh 32 desa di tujuh kecamatan yang terdampak.

Sebanyak 10.285 jiwa dipastikan mengungsi di 17 posko pengungsian yang disediakan.
Kebutuhan logistik yang mendesak antara lain, makanan cepat saji, tikar, selimut, obat-obatan, baju layak pakai, pampers, dan pembalut.

Sementara kebutuhan mendesak lainnya karung sak, bambu, dan alat berat. (gal/khim)

Editor : Ali Mustofa
#kendaraan #tanggul sungai #banjir #demak #mengungsi #BPBD