Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jalur Pantura Karanganyar Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Kudus-Demak Macet Parah, Begini Penampakannya!

Ali Mustofa • Kamis, 8 Februari 2024 | 20:46 WIB
MACET PARAH: Kondisi jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.
MACET PARAH: Kondisi jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.

 

DEMAK – Arus lalu lintas dari arah Kudus menuju Demak mengalami macet panjang pada Kamis (8/2). Terutama jalan depan Pasar Karanganyar, Kabupaten Demak.

Antrean kendaraan mengular dari Pantura Kudus tepatnya di Terminal Jati. Banyak kendaraan berjalan pelan-pelan.

Kemacetan ini imbas dari jebolnya dua titik tanggul Sungai Wulan di wilayah Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng).

Selain membanjiri jalan raya Pantura Karanganyar, utamanya jalan setelah jembatan Tanggul Angin perbatasan Kudus ke arah barat atau ke arah Demak

Air bah juga merendam areal persawahan dan pemukiman warga.

Warga sekitar jalan raya mengeluhkan kondisi banjir ini.

Sebab, saat kendaraan lewat, air banjir langsung menerjang rumah warga di tepi jalan yang juga kebanjiran.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menyebutkan, bahwa banjir yang melanda tersebut akibat dari jebolnya sejumlah tanggul sungai.

Termasuk Sungai Wulan dan Kali Jratun alur saluran Waduk Kedungombo.

Di Kecamatan Gajah, wilayah banjir meliputi Desa Tambirejo dengan ketinggian air 20 cm.

Areal persawahan terendam. Di Desa Medini, banjir merendam persawahan.

Kemudian, di Desa Sambung, banjir merendam jalan raya dan persawahan. Demikian pula, di Desa Wilalung, jalan dan persawahan terendam banjir.

Di Kecamatan Dempet, banjir melanda Desa Sidomulyo. Sebanyak 1.200 KK atau 4.800 jiwa terdampak. Di Desa Gempoldenok wilayah terdampak 694 KK atau 2.776 jiwa.

Desa Kebonsari pemukiman warga yang terdampak ada 811 KK atau 3.244 jiwa. Desa Balerejo yang terdampak ada 1.617 KK atau 6.468 jiwa.

Juga Desa Kedungori yang terdampak ada 1.201 KK atau 4.804 jiwa. Berikutnya, Desa Kuwu yang terdampak 1.149 KK atau 4.596 jiwa.

Kemudian, Desa Kramat yang terkena banjir 1.591 KK atau 6.364 jiwa dan Desa Harjowinangun ada 1.761 KK atau 7.044 jiwa.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, bantuan karung sangat dibutuhkan termasuk logistik. "Kita siapkan tempat pengungsian , dapur umum hingga posko kesehatan," ujarnya.

Sementara Camat Karanganyar, Ungguh Prakoso menyampaikan, akibat jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan dan Kali Jratun tersebut tidak hanya membuat jalan Pantura Karanganyar macet. Namun, juga berdampak pada warga setempat.

"Di Desa Ketanjung jumlah pengungsi 300 KK atau 600 jiwa. Sementara ini, lokasi pengungsian berada di rumah Kepala Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar," katanya.

Editor : Ali Mustofa
#lalu lintas #kendaraan #banjir #demak #macet #BPBD