SEMARANG – Aksi tawuran melibatkan dua gangster terjadi di Semarang. Lokasinya di Srinindito, Kecamatan Semarang Barat.
Kejadian yang terjadi Minggu (22/10) dinihari tersebut mempertemukan dua kelompok, yaitu gangster Army, dengan gangster Allstar.
Dalam aksi tawuran ini dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo.
“Keduanya mengalami luka sabetan senjata tajam (sajam),” ujar Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widiyanto.
Sementara itu, pihaknya juga mengamankan empat orang yang yang terlibat.
Mereka adalah NR, 17, DA, 17, dan DWP, 16. Ketiganya pelajar SMK di Semarang. Satunya Ilham Cahyo Saputro, 23, warga Karang Sawo.
Menurut Kompol Fajar, setelah insiden berdarah itu, mereka ada yang kabur ke wilayah Kecamatan Tugu. Polisi juga berhasil membekuk empat orang lagi.
Mereka adalah MF, 16, pelajar SMA warga Boja. B, 17, pelajar SMK warga Campurejo. Y, 18, pelajar SMA warga Borobudur Selatan.
Tak hanya itu, polisi juga menangkap orang dewasa yang ikut terlibat tawuran.
Masing-masing bernama Jodi Aliandro, 19, warga Taman Jungring Saloko. Ahya, 19, warga Tambak Aji, Saiful, 18, warga Boja Pandansari. Fajar 22, warga Boja Sampingan. Nanda Wahyu Prakoso, 19, warga Manyaran.
Kompol Fajar mengatakan, kronologi aksi tawuran tersebut, pihaknya belum mengetahui secara detail. .
"Itu TKP tawuran di Semarang Barat, kemudian ada yang kabur ke Tugu, ada yang mengalami luka dua orang, dirawat di rumah sakit Tugu, warga Boja dan Kendal," ujarnya, Minggu (22/10).
Berdasarkan laporan radarsemarang digital, Kapolsek Tugu menyebut sejumlah orang telah diamankan. Hal ini ada kaitannya dengan dugaan keterlibatan aksi tawuran tersebut.
Saat ini mereka digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut.
"Iya, tadi kita sampai pukul 05.30, kita melakukan pendampingan, Tim Elang Polrestabes. Itu langsung dibawa ke Polrestabes," katanya.
Sedangkan Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar mengatakan, dua orang yang terlibat tawuran itu dilarikan ke rumah sakit Tugurejo.
Mereka terluka diduga terkena sabetan senjata tajam.
"Informasinya begitu. Kita hanya kedapatan TKP saja, ketika anggota menuju lokasi sudah tidak ada. Iya, penanganan di Polrestabes," imbuhnya. (mha)
Editor : Ali Mustofa