SURAKARTA - DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta buka suara terkait kisruh Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) 2023 yang meminta mahasiswa baru mendaftar aplikasi marketplace dan pinjaman online (pinjol).
Mereka mengklaim kerja sama ini untuk mencari sponsorship kegiatan festival budaya yang tidak mendapatkan pendanaan dari kampus.
Presiden Mahasiswa UIN Raden Mas Said Ayuk Latifah mengakui, memang kerja sama ini belum dikonfirmasi lebih lanjut dengan pihak kampus.
Baca Juga: Data Maba UIN RM Said Diduga Dikomersialisasikan Demi Sponsorship, Begini Kata Alumni
Ada tiga marketplace pinjaman online yang digandeng sebagai sponsorship untuk pendanaan kegiatan Festival Budaya 2023.
"Festival budaya ini merupakan kegiatan di luar PBAK. Jadi pendanaannya kami harus mencari sendiri. Dan ini sifatnya tidak mengikat,” ujar Ayuk kepada Jawa Pos Radar Solo baru-baru ini.
Baca Juga: Soal Sponsor Pinjol di PBAK Maba UIN Surakarta: Mahasiswa Dipaksa Isi Link hingga Foto dengan KTP
Disinggung terkait sistem kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak, Ayuk menjelaskan, besaran dana sponsorship yang diterima akan dihitung berdasarkan akun mahasiswa yang sudah aktif.
Namun, hingga saat ini pihak DEMA mengaku belum mendapatkan keuntungan dari sponsorship.
Baca Juga: Langgar Disiplin PNS, Dua Profesor UNS Solo Dicabut Gelarnya, Ini Profilnya
“Mereka akan memberikan sponsor asalkan data yang melakukan registrasi sudah terlihat. Kemarin itu, ada 3.000 mahasiswa registrasi sedangkan yang tidak lolos 500 mahasiswa. Hingga akhirnya yang tercatat bank (sponsorship) hanya 2.000 mahasiswa,” ujar dia.
Selain itu, Ayuk mengatakan, kerja sama tersebut untuk pemberian edukasi kepada mahasiswa baru terkait literasi keuangan kepada mahasiswa baru. Mereka juga tidak diwajibkan untuk melakukan registrasi pada aplikasi pinjol.
“Yang jelas kami hanya mengedukasi, bukan menginstruksikan ke maba (mahasiswa baru) untuk mendaftar pinjol. Berkaca saat ini banyak mahasiswa yang terjerat pinjol,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Diperhatikan Pemkab, Makam Bupati Grobogan Terlama Dilirik Keraton Surakarta
Mengenai alasan memilih ketiga aplikasi marketplace dan pinjol ini, Ayuk mengatakan, karena dilindungi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, tidak memberatkan mahasiswa baru, karena tidak menarik sepeserpun dana dari mahasiswa.
“Jadi tujuan kami memang untuk mengenalkan kepada mahasiswa soal literasi keuangan yang sehat,” tegasnya.
Editor : Abdul RokhimSumber : Jawa Pos Radar Solo