Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Eks Camat Gajahmungkur Ade Bhakti Ariawan yang Viral Usai Dimutasi Walkot Semarang Gegara Nasi Goreng

Ali Mustofa • Jumat, 4 Agustus 2023 | 02:07 WIB

Ade Bhakti Ariawan
Ade Bhakti Ariawan
SEMARANG - Mantan Camat Gajahmungkur Semarang sempat viral di media sosial (medsos) gegara konten nasi gareng di akun Instagram pribadinya @adebhakti.

Dari informasi yang beredar, Ade Bhakti diduga menyindir lomba nasi goreng yang digagas Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita). Unggaran video yang berjudul "Nasi Goreng Inak-Inak" diduga bentuk sindiran Ade terhadap lomba nasi goreng ala Mbak Ita. Lomba tersebut dalam rangka HUT ke-78 Kota Semarang.

Siapa sebenarnya sosok Ade Bhakti Ariawan? Pria yang yang berusia sudah 35 tahun ini. menganut agama islam. Diketahui bahwa Ade Bhakti sudah menikah dengan Meirina Lisa W. Mereka sudah dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan. 

Baca Juga: Melarikan Diri, Tersangka Cabul Anak di Bawah Umur di Grobogan Diamankan di Semarang, Ternyata ini Orangnya!

Soal pendidikan, Ade – sebutan panggilannya menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Semarang. Kemudian untuk S2, ia mengambil jurusan Magister Administrasi Publik di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Pria yang akrab dipanggil Mas Camat itu pernah menjabat Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Pada Juni 2022, ia dilantik sebagai Camat Gajahmungkur.

Ade sangat aktif di media sosialnya. Ia menggunakan TikTok dan Instagram sebagai sarana komunikasi dengan warganya. Seperti apa?

Suatu hari, Adhe Bhakti mendapat Direct Massager (DM) di akun Instagram-nya @adebhakti

Mengutip radarsemarang.jawapos.com, pria kelahiran 30 Mei 1987 ini mengatakan, sengaja membuka pengaduan warga melalui media sosial, karena tidak semua warga Gajahmungkur memiliki nomor handphone ataupun nomor WhatsApp-nya.

Baca Juga: Truk Trailer Terperosok di Ngaliyan Semarang hingga Ringsek, Begini Kronologi dan Kondisi Sopir

Ia bercerita, awalnya akun TikTok dan Instagram itu digunakan untuk melepas stres dan lucu-lucuan saja. Khusus konten TikTok yang dibuat, awalnya dipakai untuk menghibur diri sendiri saat menjalani isolasi mandiri Covid-19.

"Dulu sih awalnya (pakai TikTokRed) buat melepas stres selama isolasi mandiri. Biar nggak bosan, bikin konten lucu-lucuan," bebernya sambil tersenyum.

Ade mengenang, saat itu ia membuat konten sulap. Ternyata konten tersebut viral. Apalagi ia mengajak dua anaknya ikut adu akting. Setali tiga uang, konten yang di TikTok kemudian di-upload di Instagram yang sudah dikenalnya sejak 2013.

"Nggak nyangka malah viral dan banyak yang nonton. Padahal niatnya melepas stres. Kalau pakai Instagram kan harus follow dulu, tapi kalau di TikTok kan enggak," ucapnya.

Baca Juga: Rem Blong, Truk Tangki Hantam Mobil dan Tiga Motor di Mijen Semarang, Satu Tewas, Tiga Luka

Pria yang sempat menjabat Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang ini baru dilantik menjadi Camat Gajahmungkur sejak 24 Juni lalu. Ia pun menggunakan sosial medianya sebagai kanal pengaduan bagi warganya.

"Selain itu juga sebagai sarana edukasi ya. Misalnya ada gangguan atau temuan bisa melapor ke OPD terkait, seperti dokumen kependudukan dan lainnya," jelasnya.

Ketika membuat konten, Ade mengaku mengalir begitu saja. Kadang memang ada kata-kata yang lucu ketika melakukan komunikasi. Nah sisi lucu itulah yang coba ditonjolkan.  

"Tujuannya sih sebagai bukti kalau jajaran Pak Wali Kota Hendrar Prihadi itu punya respon cepat kalau ada laporan atau masalah di lapangan," katanya. 

 

Editor : Ali Mustofa
#nasi goreng #semarang #Ade Bhakti Ariawan #camat #media sosial