Direktur pengelola objek wisata jembatan kaca Parmin Sastro mengungkapkan, jembatan kaca ini berdiri di atas kebun teh dengan ketinggian tiangnya mencapai 15 – 30 meter.
”Alhamdulillah, mulai hari ini (kemarin, Red) kami sudah merampungkan pembangunan tahap pertama sepanjang 34 meter. Sisanya nanti akan digarap di tahap yang kedua yakni dengan panjang 120 meter,” ungkap Parmin, Minggu (19/2).
Disinggung terkait tiket masuk, Parmin menyebut Rp 20 ribu per pengunjung. Beda halnya saat soft launching usai tahun baru lalu masih digratiskan dan hanya membayar tiket masuk kawasan wisata sebesar Rp 10 ribu.
”Tapi sekarang tiket masuknya kami berlakukan Rp 20.000 per orang,” tegasnya.
Parmin menambahkan, kunjungan wisatawan sejak dibuka sangat luar biasa. Dari target 10 ribu orang per bulan, namun mencapai 28 ribu orang pada Januari lalu. Hingga pertengahan bulan ini, sudah tercatat 12 ribu orang pengujung.
”Kami akan menambah fasilitas seperti resto, cafe, gantole area camping, flying fox, jeep adventure, dan venue lainya,” paparnya.
Asisten II Setda Kabupaten Karanganyar Bidang Perekonomian Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, pemerintah sedang membuat regulasi terkait bentuk kerjasama bagi hasil dalam pengembangan wisata tersebut. Mengingat ada campur tangan Pemkab Karanganyar untuk menyukseskan pembangunan wisata tersebut.
”Karena untuk tiket sekarang sudah diberlakukan, maka kami segera untuk melakukan penghitungan dan regulasi bagi hasilnya nanti bagaimana. Sementara kemarin kami hitung 70 persen pendapatan dikelola oleh pihak dari pengelola, kemudian 30 persennya nanti akan dikelola oleh pemerintah,” singkat Titis. (radarsolo.jawapos.com) Editor : Ali Mustofa