Acara tersebut memilih tempat di Hotel Kusma, Bandungan. Yang terkenal dengan hawa sejuknya. Benar saja, kedatangan rombongan disambut dengan nuansa dingin.
Terlebih hujan turun sejak pukul 12.30. Kabut pun mulai menyelimuti area perbukitan di sekitar hotel. Menambah syahdu.
Rombongan kemudian makan siang. Dilanjut dengan rapat pukul 14.00. Tak seperti biasa, di bagian depan, terdapat dua sofa dan meja. Itu ditempati Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi di sebelah kiri sebagai moderator. Satu lagi untuk pengusaha Rembang Heru Karjanto.
Sebelum menyerahkan ke Heru Karjanto, Baehaqi menyampaikan beberapa hal terkait profil pengusaha batu dolomit itu. Menurutnya, pengusaha asal Rembang itu, merupakan satu dari dua mitra perusahaan Asahi Mas. Yang menyuplai batu dolomit.
”Unik kalau melihat sosok fisiknya, chinese. Tidak ditutupi. Orang tuanya China totok,” jelas Baehaqi.
Pemilik CV Mitra Sejahtera itu, sebelumnya memang pernah ditulis Baehaqi dalam rubrik cuitan di Jawa Pos Radar Kudus. Sehingga meski belum lama kenal, Baehaqi fasih menceritakan profil Heru. Termasuk sisi lain yang menunjukkan jika pengusaha yang chinese itu, memiliki jiwa nasionalisme sangat tinggi.
”27 tahun beliau memimpin upacara bendera 17 Agustus. Hanya kalah dari Soeharto, karena dia menjadi presiden selama 32 tahun,” imbuhnya.
Selain itu, hal menarik lain, soal kesederhanaan pengusaha yang tak sampai menamatkan SMA itu. Terutama karena Heru kerap wira-wiri luar kota dengan naik kereta ekonomi. Meski ia dengan mudah membeli tiket pesawat. ”Ia juga pinter masak. Pernah masak kwitew untuk karyawannya,” tambahnya.
Usai menjabarkan profil pengusaha itu, Baehaqi mempersilakan Heru bercerita. Pengusaha yang juga menciptakan alat teknologi ramah lingkungan dengan membuat alat penggiling batu dari listrik itu, kemudian menceritakan perjalanan bisnisnya.
Dari yang bermimpi hanya ingin jadi sopir, kemudian bisa sukses menjadi pengusaha besar. Dengan berbagai lika-liku yang dialami.
Ia kemudian menekankan soal semangat, kreativitas, hingga efisiensi. Nilai-nilai bisnis yang ia jadikan prinsip.
Hal-hal itu pula yang kemudian disambung Baehaqi. Dalam rapat sesi kedua, sosok yang juga menjabat direktur Radar Semarang itu, juga menekankan soal efisiensi, kreativitas dan semangat, hingga kerja sama.
Menurutnya, apa yang ditorehkan Jawa Pos Radar Kudus tahun ini harus disyukuri. Sebab, secara statistik dan data menorehkan prestasi membanggakan. Seperti menempati peringkat ke enam THU 2022 di antara Group Jawa Pos. Perolehan iklan yang menempati peringkat II Jawa Pos Group. Hingga website radarkudus.com menempati peringkat I page view website di antara Jawa Pos Group.
Perpaduan platform koran dan digital itulah yang menurutnya harus bisa berjalan bersama. Terlebih potensi digital belum maksimal. ”Tak ada koran lokal yang punya TV seperti kita (Radar Kudus),” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengajak semua karyawan bekerja sama. Agar ancaman krisis, inflasi bisa dilalui. Termasuk menjaga efisiensi. Dan berpikir kreatif.
Acara rapat itu, berakhir pukul 17.45. Berikutnya, dilanjut dengan makan malam dan disusul fashion show bertema ”soccer party”. Para karyawan Radar Kudus memakai kostum negara peserta Piala Dunia Qatar 2022. Peserta maju satu per satu. Menampilkan gaya dan selebrasi. Heboh! Meriah!
Selain berkostum jersey negara peserta piala dunia, tubuh mereka juga dicat, serta memakai aksesori dan pernak-pernik. Diiringi dengan lantunan musik piala dunia. (tos/lin) Editor : Ali Mustofa