1. Adu Jotos Hingga Lempar Alat Catering
Dalam video yang tersebar di media sosial, Selasa (22/11), tampak para peserta Munas berpakaian batik beramai-ramai menyaksikan aksi saling pukul sejumlah oknum. Bahkan, terlihat beberapa peserta saling lempar alat catering.
Dengan diiringi suara teriakan, beberapa orang pun nampak berusaha melerai pihak-pihak yang bertikai tersebut. Diduga, ada lebih dari dua orang yang saling pukul dalam kejadian itu.
2. Bertepatan Dengan Pemilihan Ketua Umum Baru
Munas Hipmi XVII di Solo berlangsung selama 3 hari, digelar sebagai salah satu rangkaian pemilihan Ketua Umum Hipmi 2022-2025.
Terdapat tiga calon ketua baru yang sudah melakukan debat resmi yang membahas visi misi ketiga calon. Debat ini dilakukan sebelum acara puncak Munas Hipmi.
3. Jokowi Sempat Minta Pengusaha Jaga Situasi Tetap Adem
Sebelum peristiwa adu jotos itu terjadi, Jokowi membuka acara tersebut dengan memberikan banyak arahan kepada para pengusaha yang hadir. Bahkan, Jokowi sempat meminta agar semua pihak bisa menjaga situasi tetap adem.
"Dalam kondisi dunia yang sangat rentan seperti ini, kita semua harus menjaga kondusifitas situasi politik agar tetap adem kalau bisa nggak paling banter ya anget tapi jangan sampai panas," ujar Jokow melalui kanal Youtube HIPMI TV, Senin (21/11).
4. Diduga karena Salah Paham
Ketua Organizing Committe (OC) Munas Hipmi XVII, Muhammad Ali Affandi, membenarkan kejadian kericuhan tersebut dikarenakan adanya kesalahpahaman.
"Kejadian itu di luar, kejadian sudah selesai sidang pleno ditutup. Di jalan keluar gitu, kalau saya lihat miskomunikasi, salah paham," kata Ali, Selasa (22/11).
5. Gibran Langsung Cek Lokasi
Usai beredarnya kabar Munas Hipmi ricuh hingga diwarnai adu jotos, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meninjau lokasi kejadian di Hotel Alila, Solo, pada Selasa (22/11) pagi.
Gibran mengatakan, perkara aksi ricuh itu akan diselesaikan pada hari itu juga. Ia juga mengaku telah mendapatkan konfirmasi menyangkut kejadian tersebut dari panitia.
6. Munas Hipmi Pernah Ricuh Sebelumnya
Ternyata bukan kali ini saja Munas Hipmi berujung pada kericuhan, kondisi serupa juga pernah terjadi pada 2015 silam, tepatnya pada Munas XV di The Trans Luxury Hotel, Bandung.
Momentum tersebut terjadi dalam Sidang Pleno III saat membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Diduga karena salah satu pihak tak diberi kesempatan berbicara, kericuhan mulai terjadi. Sahut-sahutan teriakan mewarnai sidang tersebut.
Situasi bertambah panas dengan adanya oknum yang mencoba melempar kursi ke arah podium. Sempat ada pula peserta yang nekat naik ke atas podium dan berbicara lantang ke jajaran pimpinan sidang. Kondisi ini pun berujung buntu hingga penundaan atau skorsing Munas. Editor : Kholid Hazmi