Direktur Teknik PT PP Tol Semarang-Demak, Deddy Susanto, membenarkan kabar tersebut. Dia menuturkan rest area di tengah laut ini nantinya akan menjadi yang kali pertama di Indonesia. “Nanti lokasinya ada di Km 5,5. Tepatnya di ruas Kaligawe-Sayung [Tol Semarang-Demak seksi I],” ujarnya.
Deddy menambahkan untuk desain rest area sendiri sudah ada. Meskipun pembangunan baru seksi sekitar bulan Juli atau Agustus 2022 mendatang. "Rest area itu nantinya akan menggunakan lahan seluas 8 hektare dan menghadap ke laut. Lahan yang digunakan untuk rest area merupakan lahan yang telah direklamasi." ungkapnya.
Sementara ini, pembangunan bukan tanpa kendala. Dia menuturkan kendala terbesar hingga saat ini masih pada pembebasan lahan. Mengingat, ada beberapa hal yang harus diperjelas. “Memang ada sedikit keterlambatan. Terutama pada kendala masalah pembebasan lahan. Kendala karena ada tanah musnah. Tanah ini dulunya daratan dan bersertifikat, tapi terkena abrasi dan saat ini tergenang air. Kami masih menunggu Perpres untuk pembebasan lahannya,” jelas Deddy.
Sebelumnya, Dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tol Semarang-Demak memiliki panjang sekitar 26,7 km. Tol ini akan dibagi dua seksi yakni Seksi I Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km dengan kebutuhan biaya mencapai Rp10,56 triliun. Sementara, Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 km dengan kebutuhan biaya mencapai Rp4,3 triliun.
Jika pembangunan Seksi I Tol Semarang-Demak belum dimulai, maka lain halnya dengan konstruksi Seksi 2 Sayung-Demak yang saat ini telah mencapai progres 64% dan ditarget selesai pada Oktober 2022.
Secara teknis Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 akan memiliki dua simpang susun (SS), yakni SS Sayung dan SS Demak. Arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam yang memiliki 2×2 lajur awal dan 2×3 lajur akhir.
Dibangunnya Tol Semarang-Demak menjadi pendukung dalam peningkatan konektivitas di wilayah Jateng bagian utara. Selain itu, jalan tol ini juga menjadi penghubung kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata religi. (khim) Editor : Abdul Rokhim