Suripto, salah seorang saksi menuturkan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor Honda PCX dengan nopol AB 3632 PX dari timur ke barat.
“Saya tidak tahu persis kondisinya seperti apa. Tiba-tiba ada suara tabrakan, saat dilihat posisi motor dan korban berada di dalam kolong depan truk, sepertinya terlindas tadi,” kata Suripto.
Tak lama berselang, ambulans datang membawa tubuh korban. Disusul pihak kepolisian yang melakukan olah TKP. “Tadi sempat macet karena di sini jalur utama. Tapi setelah tubuh korban diangkat dan truknya dipindah, sudah tidak macet lagi,” ujar juru parkir itu.
Kanitlaka Polresta Solo Iptu Suharto menjelaskan, dari olah TKP dan keterangan para saksi, diketahui posisi motor berada di depan. Sementara truk dengan nopol S 7724 UP berada di belakang motor korban.
“Kita duga pengemudi truk saat berjalan tidak melihat ada motor di depan. Kemungkinan posisi motor berada pada titik blind spot truk,” kata Suharto mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Adhytiawarman Gautama Putra.
Saar ini, pengemudi truk bernama Lukman Arifin, 34, warga Betas, Kepulungan, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur masih berada di kantor unit laka guna penyelidikan lebih lanjut. Seluruh kendaraan masih diamankan polisi sebagai barang bukti.
“Korban meninggal di lokasi kejadian karena cedera kepala. Sempat kita bawa ke RSUD dr Moewardi untuk proses otopsi. Pihak kekuarga sudah diberi kabar dan akan langsung melakukan proses pengambilan jenazah sore ini,” pungkas Suharto. (atn/ria) Editor : Saiful Anwar