Pelaku bernama Ady Setyawan, 23, warga Kuningan, Kecamatan Semarang Utara. Sebelumnya, pelaku telah masuk dalam daftar DPO.
Tersangka diketahui sempat kabur ke daerah Subang Jawa Barat. Tim Polrestabes Semarang pun sempat melakukan pengejaran. Tapi pelaku berpindah ke Pekalongan sebelum akhirnya kembali ke Semarang.
“Tadi malam (14/9/2021) berhasil kami tangkap,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha di Mapolrestabes Semarang Rabu (15/9/2021) kemarin.
Penangkapan pelaku merupakan hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan terhadap penangkapan dua pelaku sebelumnya. Yakni M Haidar Muliyantono, 22, warga Kampung Tlumpahan, Kecamatan Semarang Utara, dan Adi Pratama, 27, warga Kampung Petelan, Kecamatan Semarang Timur.
Untuk diketahui, kejahatan para pelaku terjadi pada Minggu (5/9/2021) sekitar pukul 04.00. Modusnya, pelaku mengincar korban dua orang yang sedang makan. Usai makan, kedua korban yang merasa diikuti, berusaha mempercepat laju motornya ke Jalan Pemuda dengan maksud ke lokasi yang ramai.
Namun tiga orang pelaku ini masih mengejar korban yang naik motor berboncengan. Sesampai di depan kantor Balai Kota Semarang, salah satu pelaku memepet kendaraan korban dan langsung menendang hingga jatuh tersungkur membentur trotoar.
“Kemudian pelaku yang sempat melintas kembali menuju lokasi korban, berusaha mengambil barang-barang milik korban,” jelasnya.
Korban bernama Sayyid Bintang Caesar, 20, warga Jalan Rorojonggrang Timur XIV RT 01 RW 06 Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang. Teman korban selamat walau mengalami luka-luka. Diketahui temannya bernama Slamet Riyadi, 19, warga Mayangsari RT 11 RW 02 Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang .
Korban Sayyid jatuh tersungkur membentur aspal, hingga mengalami gegar otak. Sedangkan korban Slamet terluka parah, dan harus dirawat intensif di IGD RSUP dr Kariadi Semarang.
Menurut keterangan korban Slamet Riyadi, kejadian itu bermula pada Minggu (5/9) sekitar pukul 03.00, ia dan korban Sayyid Bintang meluncur dari arah Stasiun Poncol mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol H 4396 EH warna hitam.
Saat itu, ia membonceng, sedangkan Sayyid Bintang yang mengendarai di depan. Selama perjalanan itu, korban merasa diikuti tiga pelaku yang mengendarai dua sepeda motor. “Dua orang naik Honda Sonic berboncengan, sedangkan yang satu naik motor matic sendirian,” ujar Slamet Riyadi saat dimintai keterangan polisi.
Nah, sampai di Jalan Pemuda, tepatnya di depan kantor Balai Kota Semarang, tiba-tiba ketiga pelaku meneriaki korban: berhenti-berhenti sambil dipepet. “Saya nggak mau berhenti, pas di depan kantor balai kota, sepeda motor saya ditendang,” katanya.
Menurut Slamet, ia dan temannya ditendang oleh pelaku yang mengendarai motor Honda Sonic. Akibatnya, Slamet dan Sayyid Bintang hingga terjatuh tersungkur, sedangkan motornya menabrak trotoar jalan. Nahas dialami Sayyid Bintang. Kepalanya membentur aspal hingga mengalami gegar otak dan pendarahan.
Darah segar keluar dari mulut dan hidungnya. Ia juga mengalami luka memar di kepala bagian atas, luka lebam pada mata kanan-kiri bagian bawah, luka lecet di badan bagian kanan, luka lecet pada lengan atas kiri, luka lecet pada lutut kiri-kanan, luka lecet pada tangan kiri, serta luka lecet pada mata kaki kiri.
Begitu mengetahui kedua korban jatuh terkapar, dengan cepat pelaku mengambil barang berharga milik korban. Di antaranya, dompet dan HP Samsung J7 Prime warna hitam. Setelah itu, ketiga pelaku kabur ke arah Tugu Muda. (radarsemarang.jawapos.com) Editor : Ali Mustofa