RADAR KUDUS – Rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Alarabiya memperlihatkan suasana mencekam saat serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.
Insiden tersebut dilaporkan mengancam keselamatan jemaah umrah yang tengah menunggu jadwal keberangkatan pesawat.
Salah satu video yang bersumber dari kamera pengawas atau CCTV bandara memperlihatkan sejumlah jemaah yang sudah mengenakan pakaian ihram duduk di ruang tunggu.
Mereka menanti proses naik pesawat atau boarding ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan keras.
Tak lama setelah suara ledakan terdengar, asap putih tebal terlihat menyebar di area tersebut.
Sejumlah benda juga tampak berjatuhan dari bagian atap, membuat suasana ruang tunggu berubah menjadi kepanikan.
Rekaman lainnya memperlihatkan jemaah umrah yang sedang mengantre untuk naik pesawat.
Ketika suara ledakan kembali terdengar dan asap tebal muncul, mereka langsung berlarian untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Media Saudi Gazette menyoroti insiden tersebut sebagai perkembangan yang membahayakan dalam konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Serangan di bandara dinilai berpotensi memperluas ancaman terhadap jemaah umrah, keluarga yang mendampingi, serta masyarakat sipil lainnya.
Laporan tersebut juga menyinggung kekhawatiran terkait serangan yang disebut pernah mengarah ke kawasan Makkah dan Madinah.
Namun, setiap klaim mengenai sasaran dan pelaku serangan perlu merujuk pada keterangan resmi serta sumber yang dapat diverifikasi.
Video yang beredar memperlihatkan risiko yang dapat dihadapi warga sipil di tengah konflik.
Para jemaah yang berada di bandara sedang dalam perjalanan untuk menjalankan ibadah, tetapi justru harus menghadapi situasi darurat yang mengancam keselamatan mereka.
Bagi umat Islam dari berbagai negara, bandara di Arab Saudi bukan hanya tempat transit atau keberangkatan.
Fasilitas tersebut menjadi pintu masuk penting bagi jutaan orang yang hendak menunaikan ibadah umrah maupun haji di Makkah dan Madinah.
Karena itu, serangan terhadap fasilitas penerbangan tidak hanya berpotensi mengganggu jadwal perjalanan dan operasional penerbangan.
Insiden semacam ini juga dapat membahayakan penumpang, pekerja bandara, jemaah, serta warga sipil yang berada di sekitarnya.
Peristiwa di Bandara Internasional King Khalid kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas transportasi dalam situasi konflik.
Keselamatan para penumpang, termasuk jemaah yang hendak beribadah, menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Editor : Ali Mustofa