Kondisi WNI di Bangkok Saat Banjir, Satu Orang Sempat Terjebak di Hotel

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:03 WIB
ilustrasi banjir
ilustrasi banjir

RADAR KUDUS - Hujan deras yang mengguyur Bangkok, Thailand, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah ibu kota.

Di tengah kondisi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak sejauh ini masih aman.

KBRI Bangkok menerima satu laporan WNI yang terdampak banjir. WNI tersebut sempat terjebak di sebuah hotel karena akses jalan di sekitar lokasi tergenang air. Namun, KBRI memastikan yang bersangkutan dalam kondisi aman.

Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Bangkok, Eneng Siti Sondari, mengatakan hingga Minggu (27/9/2026) belum ada laporan lain mengenai WNI yang terdampak banjir.

"Sejauh ini KBRI Bangkok melalui hotline Konsuler telah menerima 1 laporan WNI yang terdampak banjir. Yang bersangkutan terjebak di hotel karena jalan di sekitar hotel tergenang air. Namun dipastikan yang bersangkutan dalam kondisi aman. Di luar itu, sejauh ini belum terdapat laporan lain yang diterima dari WNI terdampak banjir," kata Eneng kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Kondisi cuaca di Bangkok pada Minggu mulai menunjukkan perkembangan. Curah hujan dilaporkan menurun dibandingkan sehari sebelumnya.

Departemen Meteorologi Thailand atau Thailand Meteorological Department (TMD) juga memperkirakan intensitas hujan akan terus berkurang dalam dua hari berikutnya, yakni pada 28-29 September.

Meski demikian, potensi hujan lebat secara lokal masih dapat terjadi di sejumlah wilayah pada Minggu siang maupun Senin.

" Saat ini (27 September) curah hujan di Bangkok sudah menurun dibanding kemarin. Departemen Meteorologi Thailand (TMD) juga memprediksi intensitas hujan akan semakin menurun dalam 2 hari ke depan (28-29 September), walaupun potensi hujan lebat lokal masih dapat terjadi di beberapa wilayah siang ini dan besok," ujar Eneng.

Sementara itu, dampak hujan deras yang berlangsung cukup lama masih terlihat di sejumlah ruas jalan Bangkok.

Pemerintah setempat bahkan telah menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik ibu kota Thailand pada Sabtu (26/9/2026).

Berdasarkan data Bangkok Metropolitan Administration (BMA) yang disampaikan KBRI Bangkok, hingga Minggu pukul 11.40 waktu setempat terdapat 36 ruas jalan yang masih tergenang dengan ketinggian air lebih dari 15 sentimeter.

Situasi tersebut membuat masyarakat, termasuk WNI yang berada di Bangkok, diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan perjalanan.

KBRI Bangkok telah menyampaikan sejumlah imbauan agar WNI menghindari wilayah yang terdampak banjir dan memeriksa kondisi jalan sebelum bepergian.

WNI juga diminta tidak memaksakan diri melewati ruas jalan yang masih tergenang air. Selain itu, masyarakat Indonesia yang berada di Bangkok dianjurkan menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi apabila kondisi cuaca kembali memburuk.

Bagi WNI yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan bantuan, KBRI Bangkok menyediakan hotline Konsuler di nomor +66 92 903 1103. WNI juga dapat menghubungi hotline Bangkok Metropolitan Administration di nomor 1555.

Di tengah kondisi banjir di sejumlah wilayah Bangkok, kawasan Pratunam yang dikenal sebagai salah satu tujuan belanja populer bagi wisatawan Indonesia dilaporkan mulai kembali normal.

Menurut Eneng, genangan di kawasan tersebut telah surut. Saat ini hanya terdapat genangan ringan di beberapa titik.

"Hanya genangan ringan di titik-titik tertentu saja. Sekarang sudah surut," katanya.

Banjir yang melanda Bangkok terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang.

Departemen Meteorologi Thailand menjelaskan kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan sistem tekanan rendah yang kuat yang mencakup Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, dan sejumlah provinsi di sekitarnya.

Kondisi tersebut diperkuat oleh angin muson barat daya di atas Laut Andaman, wilayah selatan Thailand, serta Teluk Thailand yang dilaporkan semakin menguat.

Hujan deras juga diperkirakan masih berlanjut di sejumlah wilayah Thailand. September merupakan salah satu periode dengan curah hujan tinggi di Bangkok karena bertepatan dengan puncak musim hujan.

Tingginya curah hujan turut terlihat dari catatan Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA. Sepanjang 1-25 September, Bangkok mencatat curah hujan mencapai 487 milimeter.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan pada periode yang sama berdasarkan catatan 1991-2020, yakni 269 milimeter.

Upaya penanganan genangan terus dilakukan pemerintah kota. Ketinggian air dilaporkan mulai stabil menjelang tengah hari pada Sabtu (26/9), setelah stasiun pompa kota dioperasikan dengan kapasitas penuh.

Total debit gabungan pompa yang digunakan untuk mengalirkan air mencapai sekitar 1.200 meter kubik per detik.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt sebelumnya memperkirakan proses surutnya banjir tetap membutuhkan waktu meskipun hujan berhenti.

"Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir hingga surut," ujar Chadchart dalam pembaruan informasi pada Sabtu sore.

Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik tetapi genangan masih ditemukan di sejumlah lokasi, KBRI Bangkok terus memantau situasi dan mengimbau WNI untuk mengutamakan keselamatan.

Warga Indonesia yang berada di Bangkok juga diminta mengikuti perkembangan cuaca serta kondisi lalu lintas dan banjir sebelum bepergian.

Editor : Mahendra Aditya
banjir Bangkok WNI di Bangkok banjir Thailand Pratunam Bangkok kbri bangkok