TOKYO — Jumlah penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih mencapai 107.677 orang per 1 September 2026.
Angka tersebut menembus batas 100 ribu untuk pertama kalinya sejak pemerintah Jepang mulai mencatat data penduduk berusia seabad pada 1963.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menyebut jumlah itu meningkat 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan jumlah penduduk berusia 100 tahun atau lebih selama 56 tahun berturut-turut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun ke US$107,82, Stok Minyak AS Melonjak di Luar Perkiraan
Data itu dirilis pemerintah Jepang pada September 2026, bertepatan dengan momentum nasional untuk menghormati warga lanjut usia.
Dari total 107.677 penduduk berusia 100 tahun ke atas, sebanyak 94.298 orang merupakan perempuan.
Jumlah itu setara dengan 87,6 persen dari seluruh penduduk Jepang yang telah mencapai usia satu abad. Sementara itu, penduduk laki-laki berusia 100 tahun atau lebih tercatat sekitar 13 ribu orang.
Baca Juga: Perang Lawan Iran Jadi Beban Berat AS, Puluhan Pesawat Rusak dan Amunisi Terancam Menipis
Kementerian Kesehatan Jepang juga memperkirakan 54.294 penduduk lainnya akan genap berusia 100 tahun selama tahun fiskal 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45.769 orang merupakan perempuan. Perkiraan itu menunjukkan bahwa jumlah warga yang mencapai usia seabad masih berpotensi bertambah dalam periode yang sama.
Secara rata-rata, Jepang memiliki 87,51 penduduk berusia 100 tahun atau lebih untuk setiap 100 ribu penduduk.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya proporsi kelompok usia sangat lanjut di negara tersebut.
Baca Juga: Tragis, Acara Pernikahan di Iran Jadi Sasaran Serangan AS, 4 Orang Tewas dan 68 Terluka
Jepang juga memiliki sejumlah warga dengan usia tertinggi. Fuyo Kishimoto dari Kyoto tercatat sebagai perempuan tertua di Jepang pada usia 114 tahun.
Sementara itu, Hikaru Kato dari Kumamoto merupakan laki-laki tertua dengan usia 112 tahun.
Peningkatan jumlah penduduk berusia seabad menjadi salah satu gambaran dari tingginya angka harapan hidup di Jepang.
Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama di Forum Ekonomi Bergengsi
Data yang dikutip media Jepang menunjukkan angka harapan hidup rata-rata pada 2025 mencapai 87,33 tahun untuk perempuan dan 81,35 tahun untuk laki-laki.
Sejumlah faktor kerap dikaitkan dengan panjangnya usia hidup masyarakat Jepang, termasuk pola makan, tingkat obesitas yang relatif rendah, serta akses terhadap layanan kesehatan.
Namun, data September 2026 tersebut terutama menegaskan perubahan jumlah penduduk lansia, tanpa mengubah fokus utama pemerintah pada kebutuhan warga berusia sangat lanjut.
Baca Juga: Trump Tutup Pintu Dialog, Iran Siapkan Mode Ofensif: Selat Hormuz Kembali Memanas
Pencapaian 107.677 penduduk berusia 100 tahun atau lebih menjadi rekor baru bagi Jepang.
Untuk pertama kalinya, kelompok centenarian di negara itu melewati angka 100 ribu, sekaligus mencatat kenaikan selama 56 tahun berturut-turut.
Pemerintah Jepang kini menghadapi semakin besarnya kebutuhan untuk menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup warga yang telah mencapai usia seabad.
Editor : Mahendra Aditya