Konflik AS-Iran Makin Memanas, Sekjen PBB Desak Keduanya Kembali ke Meja Perundingan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:20 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (ANTARA/AFP/Sputnik-Pool/Vyacheslav Prokofyev/aa).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (ANTARA/AFP/Sputnik-Pool/Vyacheslav Prokofyev/aa).

RADAR KUDUS – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar konflik yang kembali memanas di Timur Tengah diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Seruan tersebut disampaikan pada Selasa (1/9), di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Guterres menilai perundingan untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan kini semakin dibutuhkan.

Menurutnya, penyelesaian konflik harus tetap berlandaskan hukum internasional, termasuk Piagam PBB serta berbagai resolusi yang telah ditetapkan.

“Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan,” tulis Guterres melalui platform X.

Ia juga menyoroti kondisi konflik yang terus berulang.

Sejumlah kesepakatan maupun gencatan senjata yang sebelumnya telah dicapai disebut kembali dilanggar, sementara serangan antarnegara kembali berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, Iran dilaporkan mulai melakukan serangan balasan setelah sebelumnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat.

Informasi mengenai aksi balasan itu disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran.

Trump mengancam akan melancarkan serangan dengan dampak yang sangat besar apabila Teheran terus melakukan aksi balasan terhadap serangan AS.

Situasi tersebut membuat seruan PBB untuk kembali mengedepankan perundingan menjadi semakin penting.

Jalur diplomasi diharapkan dapat membuka ruang bagi terciptanya penyelesaian konflik yang lebih permanen dan mencegah eskalasi kekerasan semakin meluas.

Editor : Ali Mustofa
piagam pbb irgc timur tengah Antonio Guterres serangan as