RADAR KUDUS – Jumlah korban meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat yang menyasar sebuah acara pernikahan di Iran dilaporkan bertambah.
Media setempat pada Selasa (1/9) menyebut sedikitnya empat orang tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan terdapat dua korban jiwa dalam insiden yang terjadi di wilayah Iran tersebut.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.
Kantor berita Mehr melaporkan, selain empat korban tewas, serangan yang terjadi di sejumlah wilayah Iran itu juga mengakibatkan sekitar 50 orang terluka.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour turut menyampaikan adanya puluhan korban luka akibat serangan tersebut. Melalui platform X, ia mengatakan warga sipil menjadi korban, termasuk seorang anak.
“Sejumlah warga, termasuk satu anak, tewas di desa Kuhestak, tempat acara pernikahan yang menjadi sasaran serangan AS. Hingga 50 warga mengalami luka-luka,” ujar Kermanpour.
Namun, angka korban luka kemudian dilaporkan mengalami peningkatan.
Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi menyatakan jumlah warga yang terluka akibat serangan Amerika Serikat terhadap acara pernikahan di wilayah tersebut mencapai 68 orang.
Nafisi mengatakan serangan itu terjadi di Kuhestak, Sirik, Provinsi Hormozgan. Pernyataan tersebut disampaikan dan dikutip kantor berita pemerintah Iran pada Selasa.
Sebelumnya, Nafisi juga menyebut jumlah korban meninggal dalam serangan di Kuhestak telah mencapai empat orang.
Insiden tersebut mendapat respons keras dari Iran.
Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan bahwa negaranya akan mengambil tindakan balasan terhadap Amerika Serikat atas serangan yang mengenai warga sipil dalam acara pernikahan tersebut.
Azizi menyebut serangan terhadap acara pernikahan di Kuhestak sebagai tindakan yang menimbulkan korban masyarakat sipil. Ia juga mengaitkan insiden tersebut dengan serangan sebelumnya di Minab dan Lamerd.
Menurutnya, Iran tidak akan membiarkan serangan tersebut berlalu tanpa respons. Ia menegaskan Angkatan Bersenjata Iran memiliki tekad untuk menghadapi pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah insiden yang menewaskan serta melukai warga sipil di Provinsi Hormozgan.
Editor : Ali Mustofa