Anggota Kongres AS Desak Penyelidikan Kondisi USS Abraham Lincoln, Soroti Kekurangan Makanan hingga Kesehatan Mental

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Foto: Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab. (dok. AFP)
Foto: Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab. (dok. AFP)

RADAR KUDUS – Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat meminta dilakukan penyelidikan terhadap kondisi para personel yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln.

Kapal perang tersebut diketahui menjalani masa pengerahan yang sangat panjang di tengah keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.

Desakan tersebut muncul setelah beredar laporan mengenai berbagai persoalan yang dialami sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal, mulai dari keterbatasan makanan, gangguan saluran air dan pipa, hingga persoalan kesehatan mental.

Senator Richard Blumenthal menyampaikan kekhawatirannya melalui surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Rabu (12/8) waktu setempat.

Ia meminta Angkatan Laut AS memberikan penjelasan mengenai kondisi di USS Abraham Lincoln.

Blumenthal menyoroti masa penugasan kapal tersebut yang telah berlangsung lebih dari 250 hari, dengan lebih dari 200 hari dihabiskan tanpa berlabuh.

Kondisi itu disebut telah mencatat rekor sebagai salah satu masa pelayaran berturut-turut terlama.

Dalam suratnya, Blumenthal juga menyinggung laporan mengenai terbatasnya kebutuhan dasar, dugaan masalah kualitas air, kerusakan pipa, memburuknya kondisi psikologis awak, persoalan keselamatan di dek, serta berbagai kendala lainnya.

Senator Ruben Gallego turut meminta adanya pengawasan langsung.

Melalui akun media sosial X, ia mendorong dilakukannya kunjungan resmi oleh delegasi bipartisan Senat ke USS Abraham Lincoln untuk memeriksa secara langsung berbagai laporan mengenai kondisi kapal.

Keluarga Awak Kapal Ikut Menyuarakan Keluhan

USS Abraham Lincoln diketahui meninggalkan San Diego, California, pada 21 November 2025.

Kapal tersebut awalnya ditugaskan di kawasan Laut China Selatan sebelum kemudian dialihkan ke Timur Tengah menjelang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang disebut dimulai pada 28 Februari.

Dalam sejumlah pertemuan dengan pihak Angkatan Laut, keluarga para awak kapal juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi yang mereka hadapi selama penugasan.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah keterbatasan makanan serta ketidakjelasan mengenai waktu kepulangan para personel.

Sejumlah laporan bahkan menyebut adanya persoalan kesehatan mental serius di kalangan awak kapal, termasuk dugaan percobaan bunuh diri.

Gallego menggambarkan kondisi di kapal melalui unggahannya di media sosial.

Ia menyebut adanya laporan mengenai kamar mandi berjamur, pasokan air panas yang tidak stabil, pembatasan makanan dan sabun, toilet yang mengalami kerusakan, serta pola kerja panjang hingga 12-16 jam tanpa hari libur.

Hingga laporan tersebut mencuat, Angkatan Laut Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi mengenai seluruh tudingan tersebut.

Muncul Laporan Bentrokan di Atas Kapal

Di tengah sorotan terhadap panjangnya masa pengerahan, sebelumnya juga muncul laporan mengenai bentrokan serius di USS Abraham Lincoln.

Kantor berita Iran Tasnim News Agency melaporkan bahwa sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut AS disebut tewas dalam insiden tersebut dan beberapa lainnya mengalami luka.

Namun, laporan tersebut berasal dari sumber yang dikutip Tasnim dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Angkatan Laut AS.

Menurut laporan tersebut, insiden bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan para awak yang semakin meningkat.

Kehadiran penasihat tersebut disebut mendapat respons keras dari sejumlah personel.

Dalam laporan Tasnim, terjadi aksi saling melempar botol air sebelum situasi berkembang menjadi bentrokan fisik.

Laporan itu juga menyebut penggunaan benda tajam dalam perkelahian yang terjadi di antara personel kapal.

Meski demikian, hingga kini informasi mengenai korban dan kronologi bentrokan tersebut masih perlu diverifikasi melalui keterangan resmi dari pihak militer Amerika Serikat.

Sorotan terhadap USS Abraham Lincoln menunjukkan besarnya perhatian terhadap dampak pengerahan militer yang berlangsung dalam waktu panjang terhadap kondisi fisik maupun psikologis para awak kapal.

Editor : Ali Mustofa
anggota kongres as kapal induk uss abraham lincoln partai demokrat kesehatan mental amerika serikat