RADAR KUDUS - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia terus meningkat.
Hingga Rabu (12/8/2026), sedikitnya 265 orang dinyatakan tewas, sementara 496 orang masih dilaporkan hilang. Angka tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan masih menjadi prioritas utama pemerintah.
Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) dan tercatat berpusat sekitar 5 kilometer di selatan San José del Palmar, Kolombia, menurut data United States Geological Survey (USGS). Lembaga tersebut mencatat kekuatan gempa mencapai M7,4.
Baca Juga: X-Ray Bandara Bongkar Sabu 1 Kg dalam Koper, Kurir Ditangkap Sebelum Terbang
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan kenaikan jumlah korban sekaligus menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangani kondisi darurat tersebut.
“Kami akan melakukan apa yang diperlukan,” kata Abelardo dalam pernyataannya, seraya menegaskan tekad pemerintah untuk memulihkan kondisi negara dan masyarakat yang terdampak.
Dampak gempa terasa sangat berat di sejumlah wilayah, terutama kawasan penghasil kopi di bagian barat Kolombia. Bangunan rumah, apartemen, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur publik mengalami kerusakan akibat guncangan kuat.
Di sejumlah lokasi yang paling parah terdampak, tim penyelamat bekerja tanpa henti. Alat berat seperti ekskavator dan derek dikerahkan untuk mengangkat puing-puing bangunan. Dalam kondisi tertentu, petugas maupun warga bahkan menggunakan tangan kosong untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.
Baca Juga: Ojol Diusulkan Masuk UMKM, Pemerintah Diminta Beri Kepastian Hukum
Situasi di Cali juga menggambarkan besarnya dampak bencana tersebut. Sejumlah rumah dan bagian blok apartemen dilaporkan runtuh sehingga warga memilih berkumpul di jalan untuk menghindari risiko bangunan kembali roboh.
Sebagian keluarga bahkan harus memasak di luar rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan. Salah satu rumah sakit di kota tersebut mengalami kerusakan serius, termasuk bagian lantai atas yang digunakan untuk pelayanan anak.
Besarnya jumlah korban yang masih hilang membuat proses pencarian belum dapat dihentikan. Dengan 496 orang masih berstatus hilang, jumlah korban meninggal dunia berpotensi berubah seiring petugas menyisir bangunan dan lokasi yang terdampak.
Selain korban jiwa, gempa juga memicu kerusakan bangunan dan mengganggu kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah. Operasi darurat dilakukan bersamaan dengan upaya evakuasi, pencarian korban, serta penanganan warga yang membutuhkan tempat aman.
Gempa tersebut menjadi salah satu guncangan terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade. Lokasi episentrumnya berada di kawasan barat negara tersebut dan terkait dengan zona subduksi Amerika Selatan, menurut USGS.
Pemerintah Kolombia kini menghadapi tantangan besar untuk menangani dampak bencana sekaligus memastikan proses pencarian berlangsung maksimal. Fokus utama masih diarahkan pada penyelamatan korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.
Kenaikan korban dari waktu ke waktu juga menunjukkan bahwa skala bencana belum sepenuhnya terpetakan. Selama proses pencarian masih berlangsung, pemerintah dan tim penyelamat harus bekerja melawan waktu untuk menemukan korban serta memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak.
Editor : Mahendra Aditya