Di Tengah Upaya Damai, Rudal Israel Kembali Hantam Gaza dan Tewaskan 2 Orang

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Ilustrasi Rudal (ANTARA FOTO/KCNA vi)
Ilustrasi Rudal (ANTARA FOTO/KCNA vi)

GAZA — Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas. Serangan yang dilaporkan dilakukan menggunakan drone Israel menewaskan dua orang setelah sebuah kendaraan menjadi sasaran tembakan rudal di wilayah barat daya Kota Gaza.

Serangan tersebut terjadi di kawasan jalan pantai dekat Masjid Martir Khalil al-Wazir, lingkungan Sheikh Ajlin. Laporan awal yang dikutip dari kantor berita Palestina Wafa menyebut dua orang meninggal dunia dalam serangan itu, sementara sejumlah korban luka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Al-Shifa.

Peristiwa terbaru ini menambah panjang daftar kekerasan di Gaza ketika perhatian internasional tengah tertuju pada upaya diplomatik untuk meredakan konflik. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa serangkaian serangan Israel pada akhir pekan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina di sejumlah lokasi di Gaza. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari stabil meski terdapat pembicaraan mengenai langkah menuju penghentian pertempuran.

Laporan Reuters pada awal Agustus juga mencatat adanya serangan Israel di wilayah Deir al-Balah yang menewaskan dua warga Palestina dan menghancurkan fasilitas penyimpanan obat di sekitar Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Israel menyatakan operasi tersebut menyasar anggota Hamas serta lokasi penyimpanan senjata, sementara pihak Palestina menyebut fasilitas yang rusak menyimpan kebutuhan medis penting.

Rangkaian serangan tersebut menjadi gambaran kontras dengan perkembangan diplomasi yang belakangan kembali mengemuka. Di satu sisi, terdapat upaya untuk mendorong Hamas melakukan pelucutan senjata dan membuka jalan menuju penyelesaian konflik. Di sisi lain, aktivitas militer dan jatuhnya korban terus terjadi di Gaza.

Kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut juga masih sangat berat. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sebagian besar penduduk Gaza masih berada dalam kondisi pengungsian, sementara akses terhadap layanan dasar seperti air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal dan bantuan kemanusiaan menghadapi berbagai kendala.

Dalam laporan OCHA pada Juni 2026, sekitar 2,1 juta penduduk Gaza disebut masih berada dalam situasi pengungsian. PBB juga melaporkan bahwa wilayah yang berada dalam pembatasan akses mencakup sebagian besar area Gaza, sehingga ruang gerak masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan menjadi semakin terbatas.

Tekanan terhadap sistem kesehatan juga menjadi persoalan serius. OCHA sebelumnya mencatat adanya kekurangan sejumlah perlengkapan medis serta tekanan terhadap kapasitas rumah sakit. Di Rumah Sakit Al-Shifa, misalnya, kekurangan sodium bicarbonate dilaporkan berdampak terhadap layanan hemodialisis bagi sekitar 240 pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir.

Serangan terbaru di sekitar Kota Gaza karena itu bukan sekadar insiden terpisah. Bagi warga yang masih bertahan di wilayah tersebut, setiap serangan kembali membawa risiko korban jiwa, pengungsian baru, serta semakin beratnya akses terhadap layanan dasar.

Sementara itu, perkembangan di Tepi Barat juga menunjukkan bahwa ketegangan belum mereda. Pasukan Israel dilaporkan melakukan operasi di bagian timur Nablus dengan dukungan kendaraan militer dan buldoser. Aktivitas tersebut disebut berkaitan dengan pengamanan akses pemukim Israel menuju kompleks Makam Yusuf.

Dalam operasi tersebut, menurut laporan yang dikutip dari Bulan Sabit Merah Palestina, seorang perempuan berusia 56 tahun mengalami cedera setelah terjatuh dari tempat tinggi. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit.

Perkembangan di Gaza dan Tepi Barat menunjukkan bahwa situasi keamanan Palestina masih berada dalam kondisi sangat rapuh. Setiap eskalasi baru berpotensi memperbesar tekanan terhadap penduduk sipil yang telah menghadapi konflik berkepanjangan, kerusakan infrastruktur, keterbatasan layanan kesehatan, serta persoalan distribusi bantuan.

Di tengah situasi tersebut, perhatian kembali diarahkan pada efektivitas upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan. Namun, selama serangan dan korban jiwa masih terus dilaporkan, harapan menuju kondisi yang benar-benar stabil di Gaza masih menghadapi tantangan besar.

Editor : Mahendra Aditya
Israel serang Gaza Gaza hari ini serangan Israel Gaza konflik Palestina Israel berita Gaza terbaru