Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bawa Bakso ke Malaysia, Turis Indonesia Kena Tagih Rp385 Ribu di Bandara

Iwan Arfianto • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi Bakso
Ilustrasi Bakso

 

Jakarta - Pengalaman pahit menimpa seorang wisatawan muda asal Indonesia saat melakukan perjalanan solo pertamanya ke Malaysia.

Pemuda berusia 19 tahun tersebut mengaku menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dengan modus denda membawa makanan terlarang.

Kisah yang pertama kali dibagikan melalui akun Threads @brayenngabriel ini langsung memicu atensi luas dari netizen di kedua negara.

Korban menceritakan bahwa dirinya dipaksa merogoh kocek sebesar RM 100 atau setara dengan Rp 385.000 hanya karena membawa bekal bakso di dalam kopernya.

Ironisnya, saat diperiksa di bandara keberangkatan di Indonesia, seluruh barang bawaan termasuk makanan tersebut dinyatakan lolos tanpa kendala.

Namun, situasi berubah drastis saat ia mendarat di terminal kedatangan Malaysia dan dihentikan oleh seorang petugas perempuan di area Bea Cukai.

Modus Denda Lewat QR Code Rekening Pribadi

Setelah koper dibongkar dan isi makanan diperiksa, oknum petugas tersebut menyatakan bahwa komoditas bakso dilarang keras masuk ke wilayah Malaysia dan harus disita.

Korban sempat melayangkan argumen bahwa pihak keluarganya kerap membawa makanan serupa tanpa masalah pada kunjungan sebelumnya.

Namun, petugas berdalih pemeriksaan terdahulu kemungkinan besar lolos akibat kelalaian pemeriksaan.

Wisatawan malang ini kemudian dihadapkan pada dua opsi sulit: membiarkan makanan bekalnya disita atau membayar denda instan di tempat.

Karena merasa panik, minim pengalaman, dan berjalan sendirian, ia akhirnya memilih opsi membayar denda demi keselamatan perjalanannya.

"Saya membayar karena takut dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi petugas yang memiliki wewenang. Ini pertama kalinya saya bepergian sendirian. Kalau ada anggota keluarga yang lebih tua, mungkin mereka akan berbicara," tulisnya dalam unggahan viral tersebut.

Kecurigaan baru menyeruak setelah korban tiba di penginapan dan memeriksa kembali alur transaksi pembayaran.

Ia baru menyadari bahwa metode pembayaran denda tidak diarahkan ke kanal resmi bandara, melainkan diminta memindai kode QR yang diduga kuat bermuara langsung ke rekening pribadi sang oknum. 

Ditambah lagi, pihak petugas sama sekali tidak memberikan surat tilang ataupun kuitansi bukti pembayaran resmi negara.

Resmi Laporkan Kasus ke Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC)

Merasa ada yang tidak beres dan menolak menjadi bagian dari praktik suap, pemuda ini langsung mengambil langkah hukum secara berani.

Dirinya resmi melayangkan aduan penyelewengan wewenang ini melalui portal pengaduan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau KPK-nya Malaysia, lengkap dengan bukti tangkapan layar nomor registrasi laporan.

"Saya membuat laporan karena tidak ingin terus merasa bersalah atas kejadian ini. Jika memang saya benar-benar melakukan pelanggaran, saya pasti akan mengikuti prosedur yang semestinya," tegasnya.

Perkembangan mengejutkan terjadi pasca-unggahan tersebut meledak di media sosial.

Korban mengaku dihubungi secara personal oleh akun yang diduga milik oknum petugas wanita tersebut.

Dalam pesannya, oknum itu menyampaikan permohonan maaf, meminta konten keluhan di Threads segera dihapus agar tidak memperpanjang masalah, serta menawarkan pengembalian uang.

Meskipun korban tidak pernah membagikan detail data perbankan miliknya, dana RM 100 tersebut secara misterius dilaporkan telah ditransfer kembali ke rekeningnya.

Kendati demikian, turis Indonesia ini menegaskan tidak akan menyentuh uang pengembalian tersebut dan memilih untuk mengawal total proses investigasi hukum yang kini tengah berjalan di otoritas berwenang Malaysia.

Editor : Iwan Arfianto
turis Indonesia bakso Malaysia denda bandara pengalaman wisata bea cukai malaysia