Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bikin Merinding! Hampir 900 Ular Termasuk Kobra Lepas Usai Banjir Bandang di China

Iwan Arfianto • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi Ular
Ilustrasi Ular

 

Beijing - Situasi pasca-banjir bandang di wilayah China Selatan kian mencekam.

Sebanyak 900 ekor ular dilaporkan lepas dari area penangkaran di Desa Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, setelah fasilitas peternakan tersebut hancur diterjang luapan air bah.

Insiden ini memicu teror bagi penduduk setempat menyusul adanya laporan warga yang menjadi korban gigitan ular.

Otoritas kota setempat mengonfirmasi telah mengerahkan tim penyelamat gabungan untuk menyisir lokasi dan menjinakkan situasi.

Kepanikan mulai meluas sejak Selasa (7/7/2026), ketika sejumlah dokumen visual berupa rekaman video dan tangkapan layar yang memperlihatkan kondisi hancurnya peternakan ular di Desa Dengwei beredar luas di media sosial.

Unggahan tersebut sekaligus menjadi peringatan dini bagi warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar genangan air.

Berdasarkan rumor yang beredar di kalangan warganet, beberapa penduduk yang sempat terisolasi banjir dilaporkan terkena gigitan ular dan terancam akibat minimnya pasokan obat-obatan serta akses perawatan medis di lokasi bencana.

Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Bencana ini melanda pada tanggal 6 Juli kemarin. Berdasarkan kalkulasi awal, ada sekitar 800 sampai 900 ekor ular yang lepas ke alam liar setelah bangunan penangkaran tersapu oleh arus banjir bandang," jelas Wu seperti dilansir dari Global Times.

"Hingga saat ini, tercatat ada satu warga desa yang dipastikan mendapat gigitan ular dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan darurat," sambungnya.

Meski demikian, Wu sedikit menenangkan warga dengan menyebut bahwa mayoritas ular yang lepas merupakan jenis ular air yang tidak memiliki reputasi berbisa, walau sebagian lainnya merupakan jenis kobra yang mematikan.

Seorang warga dari Kota Yunbiao bernama Shen menceritakan bahwa secara geografis, banyak peternakan ular di wilayahnya yang dibangun di area dataran rendah serta lereng-lereng bukit.

Ketika Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao jebol tak kuat menahan debit air, kawasan dataran rendah langsung terendam hebat, menyebabkan ular-ular dari kluster peternakan skala kecil dengan cepat melarikan diri ke permukiman terdekat.

Diketahui, para peternak lokal di kawasan tersebut umumnya membudidayakan tiga varietas utama, yakni ular kobra, ular tikus raja, dan ular air.

Lei, salah satu peternak setempat, memprediksi jika ular dari peternakan-peternakan mikro memang berpotensi lolos dalam jumlah masif.

Namun, ia juga memperkirakan bahwa sebagian besar reptil yang terjebak di dalam kandang yang terendam air terlalu lama kemungkinan besar akan mati lemas.

Guna mempercepat pemulihan keamanan desa, puluhan warga dari wilayah tetangga yang selamat dari dampak banjir secara swadaya membentuk tim relawan penangkap ular untuk membantu petugas memburu reptil-reptil yang berkeliaran.

Editor : Iwan Arfianto
#peternakan ular #guangxi Zhuang #teror ular #banjir bandang #china