Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Episode Perdana Jaadugar: A Witch in Mongolia Langsung Curi Perhatian Berkat Suara Azan

Iwan Arfianto • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:08 WIB
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia

 

Jakarta - Industri animasi Jepang kembali mengejutkan para pencinta anime di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Serial anime terbaru besutan studio ternama Science SARU yang berjudul Jaadugar: A Witch in Mongolia tengah ramai diperbincangkan di jagat maya setelah kedapatan mengintegrasikan lantunan suara Azan pada adegan pembukanya.

Serial yang memulai debut penayangan perdananya di platform streaming Crunchyroll pada Sabtu, 4 Juli 2026 ini langsung menyita perhatian sejak awal durasi.

Pada menit pertama episode perdana, penonton disuguhkan atmosfer fajar di sebuah pemukiman warga Mongolia, di mana para karakternya mulai membuka jendela rumah menyambut pagi seiring berkumandangnya suara Azan.

Dalam adegan tersebut, sang karakter utama perempuan yang mengenakan busana hijab panjang beserta cadar terlihat berlari antusias menuju ke arah sumber suara.

 Langkah kakinya berhenti tepat di depan sebuah bangunan masjid berkubah.

Saat membuka penutup wajahnya, ia memancarkan ekspresi takjub dan tersenyum lebar menatap rumah ibadah tersebut.

Langkah Science SARU ini terbilang sangat berani dan segar.

Sepanjang sejarah industri anime Jepang, sangat jarang ada studio yang mengangkat dinamika perpaduan budaya Mongol-Persia secara mendalam, terlebih menaruh elemen sakral seperti Azan sebagai pembuat latar suasana.

Jaadugar: A Witch in Mongolia sendiri mengambil latar waktu pada abad ke-13 di masa kejayaan Kekaisaran Mongol.

Kisahnya berpusat pada takdir Fatima atau Sitara, seorang anak perempuan muslim asal Persia yang dikaruniai kecerdasan tinggi serta keahlian mumpuni di bidang pengobatan.

Roda nasib kemudian membawa Sitara masuk ke dalam pusaran lingkungan Kekaisaran Mongol.

Ia terpaksa menyeret dirinya ke dalam intrik politik dan pergolakan sejarah yang rumit.

Garis kehidupan damai Sitara hancur seketika saat ekspansi militer masif dari pasukan terkuat di bumi di bawah komando Kaisar Genghis Khan mulai merambah dan mencaplok kota tempat tinggalnya.

Di balik layar, proyek menjanjikan ini dikerjakan oleh deretan nama besar.

Naoko Yamada, sutradara yang sukses menukangi film mahakarya A Silent Voice, bertindak sebagai sutradara pendamping (co-director).

Sementara posisi sutradara utama diamanahkan kepada Abel Gongora.

Sektor desain karakter dipercayakan kepada Kenichi Yoshida, animator legendaris yang sebelumnya kerap terlibat dalam proyek-proyek ikonis Studio Ghibli.

Adaptasi serial anime ini berangkat dari materi komik (manga) populer berjudul Tenmaku no Jaadugar karya komikus Tomato Soup.

Manga aslinya diserialisasikan melalui Majalah Manga digital Souffle milik penerbit Akita Shoten dan sejauh ini telah membukukan total 5 volume di pasaran.

Bagi Anda yang penasaran dengan kisah epik bertema sejarah ini, episode terbarunya sudah bisa disaksikan secara legal melalui Crunchyroll.

Editor : Iwan Arfianto
#jaadugar #anime jaadugar a witch in Mongolia #science saru #crunchyroll #anime