Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Boeing 737 Kargo Hilang Kontak di Langit Pakistan, Lima Awak Masih Dicari

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi foto Pesawat Kargo Boeing 737. (Gemini AI)
Ilustrasi foto Pesawat Kargo Boeing 737. (Gemini AI)

KARACHI – Otoritas Pakistan tengah berpacu dengan waktu setelah sebuah pesawat kargo Boeing 737 dilaporkan hilang kontak ketika berada di wilayah udara lepas pantai Karachi, Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat. Pesawat yang mengangkut lima awak tersebut sebelumnya sempat melaporkan gangguan pada sistem navigasi sebelum akhirnya menghilang dari radar.

Insiden ini memicu operasi pencarian berskala besar yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (CAA), Angkatan Laut Pakistan, hingga Angkatan Udara Pakistan. Fokus pencarian diarahkan ke area perairan di sekitar pesisir Karachi, lokasi terakhir sinyal pesawat terdeteksi.

Berangkat dari Sharjah Menuju Karachi

Menurut keterangan resmi otoritas penerbangan Pakistan, pesawat kargo tersebut sedang menjalankan penerbangan rutin dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, salah satu pusat logistik dan pelabuhan terbesar di Pakistan.

Komunikasi terakhir dengan pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) terjadi sekitar pukul 21.21 waktu setempat. Tak lama setelah itu, pesawat kehilangan kontak radio dan tidak lagi memberikan respons kepada petugas pengawas penerbangan.

Data awal menunjukkan pesawat mulai mengalami penurunan ketinggian secara tidak normal beberapa menit sebelum sinyalnya hilang.

Gangguan Navigasi Dilaporkan Sebelum Radar Terputus

Pihak bandara mengungkapkan bahwa awak pesawat sempat mengirimkan laporan mengenai adanya gangguan pada sistem navigasi.

Meski belum dipastikan apakah gangguan tersebut menjadi penyebab utama insiden, informasi itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan yang dilakukan oleh tim investigasi penerbangan Pakistan.

Hingga saat ini, otoritas belum menyampaikan adanya indikasi cuaca ekstrem maupun gangguan lalu lintas udara yang dapat dikaitkan dengan hilangnya pesawat tersebut.

Flightradar24 Rekam Penurunan Drastis

Data dari platform pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan adanya perubahan ketinggian yang cukup tajam sesaat sebelum pesawat menghilang dari sistem pemantauan.

Rekaman penerbangan awal memperlihatkan pesawat mengalami fluktuasi altitude sebelum akhirnya turun secara signifikan dan kehilangan sinyal. Namun, data pelacakan publik tersebut masih bersifat awal dan belum dapat dijadikan dasar untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Pakar keselamatan penerbangan menilai data dari sistem pelacakan seperti ADS-B hanya menjadi salah satu referensi awal. Penyebab pasti baru dapat diketahui melalui investigasi menyeluruh apabila bangkai pesawat maupun perekam data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) berhasil ditemukan.

K2 Airways Pastikan Lima Awak Berada di Dalam Pesawat

Pesawat nahas tersebut dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berbasis di Karachi dan mulai beroperasi sejak 2018.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengonfirmasi terdapat lima orang awak di dalam pesawat saat insiden terjadi.

Manajemen K2 Airways menyatakan tengah bekerja sama sepenuhnya dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, aparat keamanan, dan seluruh instansi pemerintah yang terlibat dalam operasi pencarian.

Maskapai juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh awak dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Operasi Pencarian Libatkan Laut dan Udara

Karena lokasi terakhir pesawat berada di dekat kawasan pesisir, pemerintah Pakistan mengerahkan berbagai armada pencarian melalui jalur laut maupun udara.

Kapal patroli Angkatan Laut melakukan penyisiran di perairan sekitar Karachi, sementara pesawat militer diterbangkan untuk memperluas area pencarian dari udara.

Tim penyelamat juga bersiaga apabila ditemukan puing-puing atau sinyal darurat (Emergency Locator Transmitter/ELT) yang dapat membantu menentukan lokasi pasti pesawat.

Hingga laporan terakhir, otoritas belum mengumumkan penemuan bangkai pesawat maupun keberadaan kelima awak.

Investigasi Menunggu Temuan di Lapangan

Sesuai prosedur internasional, investigasi kecelakaan penerbangan akan dilakukan setelah lokasi pesawat berhasil ditemukan.

Penyelidikan diperkirakan akan melibatkan analisis komunikasi ATC, riwayat perawatan pesawat, kondisi cuaca, rekaman radar primer dan sekunder, serta data dari kotak hitam apabila berhasil dievakuasi.

Boeing sendiri biasanya turut memberikan dukungan teknis kepada otoritas investigasi apabila melibatkan pesawat buatannya, sesuai ketentuan penerbangan internasional.

Pakistan Pernah Mengalami Tragedi Penerbangan Besar

Insiden ini kembali mengingatkan publik pada kecelakaan besar yang terjadi di Pakistan pada Mei 2020, ketika pesawat Pakistan International Airlines (PIA) Penerbangan 8303 jatuh saat hendak mendarat di Bandara Internasional Karachi.

Kecelakaan tersebut menewaskan 97 orang dari 99 penumpang dan awak di dalam pesawat dan menjadi salah satu tragedi penerbangan paling mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, perhatian dunia kembali tertuju ke Karachi, sementara proses pencarian terhadap Boeing 737 kargo beserta lima awaknya masih terus berlangsung. Otoritas meminta masyarakat menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab hilangnya pesawat hingga seluruh fakta berhasil dikumpulkan.

Editor : Mahendra Aditya
#Boeing 737 hilang kontak #pesawat kargo Pakistan #Karachi #K2 Airways #Flightradar24