Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Raja Salman dan MBS Sampaikan Belasungkawa, Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 5 Juli 2026 | 08:08 WIB
Media Resmi Iran konfirmasi Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Media Resmi Iran konfirmasi Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

RADAR KUDUS – Pemerintah Arab Saudi menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman kenegaraan yang dipusatkan di Teheran. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal penting dalam hubungan diplomatik kedua negara yang beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan perbaikan.

Ucapan belasungkawa disampaikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Waleed Elkhereiji, yang menghadiri upacara penghormatan terakhir di Teheran. Kehadiran delegasi Saudi menjadi salah satu perhatian dalam prosesi yang juga dihadiri sejumlah utusan dari berbagai negara.

Prosesi Pemakaman Berlangsung Selama Beberapa Hari

Pemerintah Iran menggelar rangkaian pemakaman kenegaraan selama hampir sepekan sebagai bentuk penghormatan kepada Ayatollah Khamenei, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah tewas dalam serangan udara terhadap kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Peristiwa tersebut menjadi awal dari konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera Iran disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, berdampingan dengan peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Ribuan pelayat memadati kompleks masjid sejak hari pertama untuk memberikan penghormatan terakhir.

Televisi pemerintah Iran juga menayangkan berbagai prosesi doa dan penghormatan di sejumlah kota, dengan masyarakat mengenakan pakaian hitam serta membawa bendera nasional dan simbol-simbol keagamaan.

Diperkirakan Dihadiri Jutaan Warga

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung di beberapa kota.

Prosesi diawali di Teheran sebelum jenazah dibawa menuju kota suci Qom. Setelah itu, iring-iringan dijadwalkan melintasi pusat-pusat ziarah Syiah di Irak, termasuk Najaf dan Karbala, sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, kota kelahiran Khamenei sekaligus salah satu pusat keagamaan terbesar di Iran. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang.

Besarnya skala acara membuat pemerintah mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar serta menyiapkan berbagai fasilitas bagi masyarakat yang datang dari berbagai provinsi.

Momentum Penting bagi Politik Iran

Prosesi pemakaman tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga dipandang sebagai momentum politik yang penting bagi Republik Islam Iran.

Selama lebih dari tiga dekade memimpin sejak 1989, Ayatollah Khamenei menjadi figur sentral dalam sistem politik Iran. Upacara kenegaraan ini juga menjadi simbol kesinambungan pemerintahan di tengah situasi regional yang masih belum sepenuhnya stabil pascakonflik.

Dalam beberapa kesempatan, para pelayat meneriakkan slogan-slogan yang mendukung pemerintahan Iran serta mengecam Amerika Serikat dan Israel. Prosesi tersebut juga dimanfaatkan pemerintah untuk menunjukkan solidaritas nasional setelah perang yang berlangsung selama lebih dari lima pekan.

Arab Saudi Tunjukkan Isyarat Diplomatik

Kehadiran delegasi Arab Saudi menjadi sorotan karena hubungan Riyadh dan Teheran selama bertahun-tahun diwarnai rivalitas geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Namun sejak normalisasi hubungan diplomatik yang dimediasi Tiongkok pada 2023, kedua negara mulai membuka kembali jalur komunikasi dan memperluas kerja sama di sejumlah bidang.

Pengiriman utusan resmi beserta pesan belasungkawa dari Raja Salman dan Mohammed bin Salman dipandang sebagai bentuk penghormatan diplomatik sekaligus sinyal bahwa kedua negara berupaya menjaga stabilitas hubungan bilateral di tengah dinamika kawasan.

Gencatan Senjata Masih Berlangsung

Kematian Ayatollah Khamenei terjadi pada fase awal perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Konflik tersebut kemudian meluas dengan keterlibatan kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan.

Setelah berminggu-minggu pertempuran, Iran dan Amerika Serikat akhirnya menyepakati gencatan senjata pada awal April 2026. Meski situasi keamanan relatif lebih terkendali, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian masyarakat internasional.

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pun menjadi salah satu peristiwa politik dan keagamaan terbesar di Iran tahun ini, sekaligus menandai berakhirnya era kepemimpinan tokoh yang memegang peran sentral dalam perjalanan Republik Islam Iran selama hampir empat dekade.

Editor : Mahendra Aditya
#Mohammed bin Salman #iran #Ayatollah Ali Khamenei #raja salman #arab saudi